ABBAS TUDUH AS CEGAH PEMBENTUKAN NEGARA PALESTINA

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas (Foto: Wolrdtribune)
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas (Foto: Wolrdtribune)

Kairo, 8 Safar 1436/1 Desember 2014 (MINA) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Sabtu menuduh Amerika Serikat (AS) telah mencegah pembentukan negara Palestina, dan mendesak pemerintahan Obama untuk mendukung negara Palestina.

Abbas meminta AS untuk menjaga kehormatannya sebagai negara adidaya dan bertindak sesuai dengan kewajiban internasional. Palestine News Network (PNN) melaporkan dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin.

Pada saat yang sama, Abbas juga mendesak Amerika untuk mendukung usulan Palestina di Dewan Keamanan PBB atau tidak memaksakan hak vetonya.

Dia membuat pernyataan ini sejam setelah pengumuman usulan Palestina dan menyerukan diakhirinya pendudukan Israel serta pengakuan negara Palestina disampaikan kepada PBB pada pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab di Kairo, Mesir pada Sabtu (29/11).

Abbas juga menyatakan penyesalannya atas rekomendasi anggota parlemen AS untuk membekukan bantuan keuangan kepada Palestina dan mencegah diselenggarakannya penandatangan Konvensi Jenewa, yang Palestina ingin bergabung di dalamnya.

“Ini adalah perilaku yang sangat disesalkan,” kata Abbas.

“Mereka melihat saya sebagai orang yang bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan. Saya tidak menghasut, baik terang-terangan atau diam-diam, saya berharap rekomendasi senat dan pembekuan pada bantuan tidak akan dilaksanakan,” ujarnya menambahkan.

Abbas juga menyebut deklarasi dari Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sissi pada pekan lalu bahwa Mesir bersedia untuk menggunakan kekuatan kepolisian di wilayah negara Palestina jika resmi dibentuk.

“Palestina menyambut usulan tersebut, tidak ada pertanyaan bahwa kita akan membutuhkan kekuatan Arab untuk membantu kami, menjaga keamanan dan menstabilkan negara Palestina, dan tidak ada pertanyaan bahwa Mesir adalah pemimpin dalam masalah ini,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (29/11) malam.

Abbas bertemu dengan al-Sissi pada akhir pertemuan Liga Arab di Kairo, Sabtu, mengatakan, sejak 30 Juni tahun lalu dukungan Mesir untuk Palestina telah diperkuat, tidak hanya untuk kepentingan rakyat Palestina tapi demi stabilitas di wilayah ini.

Menurut sebuah laporan di surat kabar berbasis di Ramallah, Al-Ayyam pada Ahad (30/11) pagi, al-Sissi mengatakan, solusi untuk masalah Palestina adalah salah satu pilar untuk stabilitas di Timur Tengah dan keamanan di kawasan itu.

Meski demikian, salah satu masalah yang nasibnya masih belum jelas adalah rehabilitasi Jalur Gaza.

Sementara itu, Abbas menyatakan dukungan untuk kegiatan Mesir di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza dan pembentukan zona penyangga, proses rehabilitasi masih terus dilakukan sangat lambat dan menyebabkan kerusuhan di Gaza.

Para pemimpin Hamas dan Jihad Islam mengancam dalam deklarasi pada akhir pekan ini, akan melakukan aksi jika pemerintah Palestina tidak memimpin proses rehabilitasi seperti yang dijanjikan.

Pada saat yang sama, sumber-sumber di Ramallah menuduh Hamas untuk terus mengontrol penyeberangan dan pusat-pusat kekuasaan di Jalur, sehingga mencegah pemerintah untuk menjalakan aturannya. (T/P011/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0