Aktivis Palestina-AS Serukan Boikot Israel

Istanbul, MINA  – Aktivis Palestina-Amerika Serikat Sami al-Arian menyerukan boikot Israel oleh masyarakat internasional secara bersama-sama.

Aktivis dari Universitas Sabahattin Zaim, Istanbul itu, berbicara pada sesi “Palestina: Menghadapi Tantangan Baru, Mempersiapkan Masa Depan” Forum Pemikir Masa Depan Muslim di Universitas Ibn Khaldun Istanbul, Sabtu (6/10/2018).

Ia menyerukan boikot terhadap Israel sebagai bagian dari menghentikan kejahatannya.

“Ini bisa menjadi boikot ekonomi atau budaya. Kami harus menaikkan suara kami. Jika dunia mengambil pendirian yang sama di Palestina, Israel tidak akan bisa melanjutkan pembunuhannya yang terang-terangan,” kata Al-Arian, seperti dilansir MEMO.

Aktivis hak-hak sipil Palestina-Amerika yang juga Direktur Pusat Urusan Islam dan Global (CIGA) itu menekankan, masalah Palestina berakar pada pendudukan Israel dengan ideologi Zionisme daripada pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Fakta bahwa orang Yahudi, yang berasal dari Eropa dan menetap di Israel, menolak Muslim dan Kristen yang tinggal di wilayah tersebut.

Menurutnya, masalah pendudukan Yahudi bukan hanya masalah Palestina, tetapi masalah seluruh dunia.

“Ketika orang Yahudi menetap di Palestina, genosida terhadap rakyat Palestina telah dimulai,” lanjutnya.

Padahal, sebelumnya . Sultan Abdulhamid II mempertahankan seluruh tanah Palestina menjadi milik umat Islam. Dengan demikian, pintu-pintu Palestina tertutup bagi orang Yahudi.

“Sampai Perang Dunia I, wilayah Palestina tetap di bawah kendali Kekaisaran Ottoman. Pada akhir Perang Dunia I, Inggris menyerang dan mendesain ulang wilayah tersebut pada tahun 1918 dan menempatkan Zionis di wilayah Palestina. Sejak itu, orang-orang Yahudi dan negara Israel terus bermukim ketika mencoba segala bentuk penindasan dan penganiayaan untuk menyingkirkan orang-orang Palestina dari tanah ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa Israel terus menyerang wilayah Palestina seperti negara imperialis. Sementara rakyat Palestina terus berjuang untuk kebebasan mereka, dan bahwa mereka akan menggunakan segala cara untuk memperjuangkannya.

Al-Arian juga menekankan dukungan Turki untuk Palestina dan mengatakan Turki “selalu memegang tujuan Palestina dalam agenda.” (T/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)