AS Kirim 3.750 Tentara Tambahan ke Perbatasan Meksiko

Washington, MINA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan akan mengirim 3.750 tentara tambahan ke perbatasan Meksiko untuk mencegah migran ilegal memasuki negara tersebut.

Juru bicara Pentagon mengatakan dalam pernyataan tertulis, pasukan tersebut akan menjalankan misi selama 90 hari di perbatasan Meksiko.

Pentagon mengungkapkan bahwa total pasukan yang ditugaskan untuk membantu Penjagaan Kepabeanan dan Perbatasan AS (CBP) kini telah mencapai 4.350 orang, seperti Anadolu Agency melaporkan dikutip MINA, Senin (4/2).

Sebelumnya, Komisaris Penjagaan Kepabeanan dan Perbatasan AS (CBP) Kevin McAleenan mengatakan, para petugasnya di perbatasan akan didukung di udara oleh empat helikopter blackhawk serta enam helikopter lainnya.

Sementara Presiden AS Donald Trump telah tegas menanggapi soal rombongan migran, menyebutnya sebagai sebuah invasi dan mengatakan akan diatasi dengan cara militer.

“Banyak Anggota Geng dan orang jahat ikut dalam rombongan menuju perbatasan bagian selatan. Tolong kembali, Anda tidak akan diterima ke Amerika Serikat kecuali Anda menjalani proses hukum yang benar. Ini adalah invasi bagi negara kami dan pasukan militer sedang menunggumu!” cuit Trump di Twitter.

Rombongan tersebut berjumlah sekitar 3.500 orang saat menuju perbatasan AS.

Dimulai dari Honduras, rombongan terus bertambah hingga mencapai 7.000 orang karena banyak orang dari negara-negara Amerika Tengah lainnya bergabung di tengah perjalanan sejauh 2.500 kilometer untuk mencapai AS dengan berjalan kaki.

Rombongan itu kebanyakan terdiri dari orang Honduras yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara asal mereka. Sejauh ini, polisi Meksiko belum mencoba menghentikan rombongan tersebut.

Selama perjalanan dari perbatasan Guatemala-Meksiko ke wilayah Tapachula di Meksiko, polisi mendirikan blokade jalan dengan ratusan pasukan pengaman, tetapi mereka dibubarkan sebelum para migran sampai di sana.

Pengerahan pasukan adalah upaya terbaru pemerintahan Trump untuk menerapkan keamanan perbatasan yang lebih ketat, sementara rombongan semakin mendekati perbatasan AS.

Pasukan yang dikirim ke perbatasan tidak akan terlibat dalam kegiatan penegakan hukum tetapi akan bertindak sebagai pendukung bagi agen patroli perbatasan yang sudah ada. (T/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)