ASN Diminta Tiru Sifat Jujur Nabi Muhammad SAW

Jakarta, MINA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI Indra Iskandar menekankan setiap ASN meneladani sifat jujur Nabi Muhammad SAW, sesuai rencana strategis Setjen dan BK DPR RI yang biasa disebut nilai ‘Rapi’ yaitu religius, akuntabel, profesional, integritas.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Santunan Anak Yatim bertema “Mengimplementasikan Keteladanan Rasulullah dalam Membentuk Aparatur Sipil Negara yang Religius, Akuntabel, Profesional dan Integritas” di Masjid Baiturahman, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12).

“Dalam Renstra kita menetapkan kata religius di awal, itu dimaksud dalam setiap pekerjaan selalu menerapkan sifat religus,” kata Indra.

Acara yang di selenggarakan Koperasi Pegawai Sekjen dan BK DPR RI, lanjut Indra, untuk diteladani dan mengingat sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, terutama dalam mengimplementasikan nilai kejujuran.

“Saya harap outcome dari acara ini adalah semua pegawai kita ini melakukan sesuatu pekerjaan sesuai dengan rambu-rambu atau pedoman yang ada di dalam setiap agama karena setiap agama mengajarkan kebaikan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Acara Maulid Nabi Muhammad SAW, M. Chairudin menuturkan tujuan diselenggarakan acara tersebut adalah meningkatkan akhlak pegawai di lingkungan Sekjen dan BK DPR RI, karena Rasulullah diutus kedunia ini untuk memperbaiki akhlak manusia.

“Dengan adanya acara ini kami dari panitia berharap setiap pegawai bisa meningkatkan produktifitas di unit kerjanya masing-masing dan memiliki nilai intergritas dalam kejujuran dan bisa terhindar dari korupsi,” tegasnya.

Sementara itu, Ustaz Taufiqurrahman dalam tausyiahnya mengajak para ASN untuk bisa menerapkan lima rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Ia juga mengingatkan, hidup di dunia ini hanyalah sementara.

“Setiap orang, baik dia kaya, miskin, pejabat, hingga anggota dewan pun akan menjumpai kematian. Oleh sebab itu, sebagai manusia harus bisa taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah,” katanya.

“Kita hanyalah manusia biasa dan akan menjumpai kematian, dari yang kaya sampai yang miskin hingga pejabat-pejabat pun akan menjumpai kematian, saya juga akan menjumpai kematian. Oleh sebab itu, apa yang Allah perintah harus kita jalankan dan larangannya harus kita jauhi,” imbuhnya. (T/R06/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)