AWG dan Pemuda Jama’ah Muslimin Ikut Tandatangani Sumpah Al Quds

Kuala Lumpur, MINA – Lembaga Kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) dan Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) turut  menandatangani Naskah Al Quds Oath atau Sumpah Al-Quds di kampus Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), Kamis (6/12).

Penandatanganan atas nama AWG dan Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dilakukan oleh Ketua AWG, Agus Sudarmadji.

Pertemuan terbuka dalam rangka penandatanganan Sumpah Al Quds untuk Melawan Klaim Ilegal Trump itu diselenggarakan oleh Yayasan Al-Quds Malaysia, yang dihadiri lebih 150 delegasi dari dalam dan luar Malaysia di antaranya dari Palestina, Indonesia, Afganistan, Pakistan, Bangladesh, Sudan, Turki dan Maldives.

Ketua Yayasan Al Quds Malaysia, DR. Sharif Abu Shammala menjelaskan alasan di balik penandatanganan naskah Sumpah Al Quds bahwa Presiden Trump menyampaikan klaimnya dalam bentuk penandatangan pernyataan resmi. Maka klaim tersebut dilawan dengan penandatanganan Sumpah Al Quds yang mengandung 4 hal.

Pertama, menolak penjajahan Israel terhadap Palestina. Kedua, menolak keberadaan negara Israel yang didirikan di atas puing-puing hancurnya hak-hak keislaman, kearaban dan kepalestinaan. Ketiga,menolak klaim bahwa Al Quds adalah ibukota Israel. Keempat, menegaskan untuk menyelamatkan Al Quds dari penjajahan Zionis yang merupakan tanggungjawab setiap warga dunia.

Ketua menyatakan, Sumpah Al Quds merupakan wujud dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan secara khusus penolakan terhadap klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Tepat setahun yang lalu, Presiden Trump menyampaikan pernyataan itu dan mengakibatkan meningkatnya penderitaan warga Palestina karena perlakuan yang semakin beringas dari otoritas penjajahan Israel.

Hadir sebagai tamu spesial Wakil Menteri Pekerjaan Umum Malaysia, Dato Muhammad Anuar Tahir dan para pimpinan NGO, Wakil Rektor UIAM bidang Kemahasiswaan, pimpinan organisasi Ulama dan organisasi perempuan peduli Palestina.

Pertemuan menjadi lebih bermakna dengan kehadiran Ustadzah Zayna Amr, salah seorang pemimpin Murabithah atau para pejuang wanita pelindung Masjid Al-Aqsa. Zayna Amr datang ke Malaysia atas undangan Yayasan Al Quds Malaysia untuk menjelaskan kondisi Al Quds terkini.

Shammala berharap, kehadiran Zayna Amr dapat membuka mata warga masyarakat Malaysia dan dunia bahwa kondisi Al Quds semakin kritis dan warga Palestina semakin menderita.

“Dengan semakin sadarnya warga dunia maka akan semakin meningkat kepedulian mereka untuk memberikan dukungan nyata terhadap Al Quds dan Palestina,” ujarnya.

Lebih dari 40 pimpinan lembaga ikut menandatangani naskah tersebut. Di antara lembaga dan NGO peduli Palestina yang mendukung kegiatan ini adalah Aqsa Working Group dan Pemuda Jamaah Muslimin (Hizbullah) dari Indonesia, Haluan Malaysia, Himpunan Ulama Sedunia, Al Aqsa Sharief, Sympathy Malaysia, UIAM, Universitas Utara Malaysia, BDS Malaysia, PCOM, MyAqsa, Palestine Scholars Association in the Diaspore. Bahkan, sejumlah media massa pun datang seperti dari TV 3 Malaysia, Al Hijrah dan media lokal lainnya. (R/Ais/P1

Mi’raj News Agency (MINA)