Bank Central Sudan Selatan : Terbitkan Uang Baru Di Tengah  Inflasi Ekonomi Tinggi

 

Juba, MINA  – Bank Central Sudan Selatan mengumumkan penerbitan uang kertas baru senilai 500 Pound, (South Sudanese Pound; SSP ).

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Senin (10/6/2018), Bank Sentral Sudan mengatakan uang kertas baru akan diluncurkan segera, di tengah melemahnya mata uang negara tersebut.

Para pengamat berpendapat bahwa ini adalah sebuah langkah yang mencerminkan memburuknya ekonomi di negara yang baru lahir pada tahun 2011, setelah memisahkan diri dari Sudan. Media-media online di Sudan memberitakan hal ini.

Pengenalan uang kertas baru senilai 500 Pound merupakan akibat langsung dari inflasi tinggi selama empat setengah tahun setelah dimulainya perang sipil di negara tersebut.

Bank Sentral mengatakan dalam pernyataannya bahwa tindakan ini akan membantu mengurangi volume uang tunai yang dipegang oleh warga.

Para Analis ekonomi mengatakan bahwa otoritas keuangan harus menunggu situasi politik membaik, dan menandatangani perjanjian damai serta menjadikannya bagian dari tindakan ekonomi dan keuangan untuk mengendalikan inflasi ekonomi secara nasional.

Salah seorang pakar ekonomi Sudan Selatan, yang menolak disebutkan namanya menyatakan keprihatiannya atas penerbitan uang baru tersebut.

Menurutnya, dengan dikeluarkannya uang baru dalam jumlah tersebut mengindikasikan negara dalam keadaan krisis dan inflasi akan terus meningkat ke depannya jika uang tersebut diterbitkan .

Meningkatnya inflasi ekonomi negara tersebut sampai 3 kali lipat. Pada tahun 2017, saat meningkatnya inflasi ekonomi, seiring dengan maraknya pasar gelap penukaran uang dollar ke Pound, dengan perbandingan 1 $ sama dengan 300 SSP.

Akibat dari gagalnya menurunkan inflasi ekonomi tersebut, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir, bulan lalu telah memecat Gubernur Bank Central Sudan Selatan, Othom Rago Ajak dan digantikan oleh Dier Tong Ngor. (L/K02/RS2).

Mi’raj News Agency (MINA)
.