BANTUAN KEMANUSIAAN INDONESIA KE GAZA MASIH TERTAHAN DI MESIR

Warga Gaza sedang menunggu izin untuk melintas di Perbatasan Rafah. Foto : Mirajnews.com
Warga Gaza sedang menunggu izin untuk melintas di Perbatasan Rafah. Foto : Mirajnews.com

Jakarta, 8 Dzulhijjah 1435/2 Oktober 2014 (MINA) – Surahman Hidayat, anggota Komisi X DPR RI periode yang lalu  mengatakan, bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk Gaza masih tertahan di Mesir.

“Sampai saat kami dari Komisi X selesai melakukan kunjungan ke Palestina dan sempat berada di perbatasan Rafah di Mesir, lima ambulan yang berisi bantuan kemanusiaan dari Indonesia belum bisa masuk ke Gaza,” kata Surahman, Kamis, yang  berkunjung Palestina beberapa waktu yang lalu kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Ia mengatakan, delegasi Indonesia sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Mesir dan bantuan berupa lima ambulan yang berisi perlengkapan anak berupa pakaian bayi dan lain-lain dinyatakan statusnya aman, akan tetapi tetap tidak bisa masuk ke Gaza.

“Sering terjadi penembakan terhadap polisi-polisi Mesir oleh kelompok militan di perbatasan Rafah, jadi Mesir memperketat penjagaan, akibatnya bantuan kemanusiaan Indonesia belum bisa masuk ke Gaza,” kata Surahman.

Ia juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kairo untuk mendesak Pemerintah Mesir mengupayakan bantuaan kemanusiaan tersebut dapat masuk ke Gaza.

“Sayang sekali jika bantuan kemanusiaan tersebut tidak bisa bermanfaat untuk masyarakat Gaza dan hanya menjadi barang rongsokan di Rafah,” kata Surahman.

Dengan alasan keamanan sampai saat ini tidak ada yang diizinkan memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah di Mesir.

Delegasi DPR RI melakukan kunjungan ke Palestina dan berkesempatan sholat di Masjid Al-Aqsha.

Delegasi DPR yang ikut dalam kunjungan ke Palestina antara lain Ketua Komisi I Mahfudz Sidik, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Surahman Hidayat, Syaifullah Tamliha (FPPP), Almuzammil Yusuf (FPKS), Ramadhan Pohan (FPD), Muhammad Najib (FPAN), Hari Kartina (FPD), M Basri Sidehabi (FPG), dan M Syahfan Badri Sampurno (FPKS).

Dalam pertemuan di Ramallah, Tepi Barat Palestina, delegasi parlemen mewakili Indonesia guna mengajukan proposal untuk membuka konsulat kehormatan di Palestina,  di Kota Al-Quds (Yerusalem), sebagai bentuk dukungan pada kemerdekaan Palestina dengan ibukotanya Kota Al-Quds. (L/R05/P003/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0