Cohen Mengklaim Normalisasi dengan Israel Menciptakan Stabilitas

Bethlehem, MINA – Menteri Intelijen Israel Eli Cohen mengklaim negaranya telah melakukan pembicaraan normalisasi dengan 6 atau 7 negara muslim di wilayah Teluk, Afrika dan Asia Timur.

Menurut Cohen saat wawancara dengan saluran berita Israel i24news, negara-negara tersebut memahami Israel sebagai mitra dalam stabilitas regional, mitra dalam aliansi keamanan yang kuat dan penting, dengan potensi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Demikian dikutip Ma’an News, Kamis (7/1).

Cohen berharap perjanjian perdagangan antara Israel, UEA dan Bahrain akan mencapai AS$ 5 miliar dalam beberapa tahun mendatang, dan itu belum termasuk investasi dan pariwisata.

Dia juga mengklaim negara-negara yang mencari keamanan, stabilitas, kesejahteraan rakyatnya, dan tumbuh ekonominya akan menjalin hubungan dengan Negara Israel.

“Jika kebijakan Amerika saat ini berlanjut, kami pasti akan menyaksikan lebih banyak perjanjian damai,” kata Cohen .

Berkaitan dengan hal ini, Cohen mengirimkan pesan yang “tajam” kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, dengan menyebutkan, selama 12 tahun terakhir, delapan tahun dalam pemerintahan Obama tidak mengarah pada pencapaian politik regional, dibandingkan dengan empat tahun bagi Presiden (Donald) Trump. Ada aktivitas tegas melawan Iran.

Menteri Intelijen Israel ini menganggap Iran sebagai “sponsor pertama terorisme di dunia saat ini.

“Itu yang mentransfer uang ke Hamas, Jihad Islam, Hizbullah dan elemen lainnya,” ujar Cohen.

Cohen juga menyebutkan dalam suratnya kepada Biden: “Oleh karena itu, jika kita ingin menjaga stabilitas regional dan memajukan lebih banyak perjanjian damai, penting agar kebijakan AS saat ini terhadap Iran terus berlanjut.”

Cohen menyimpulkan suratnya kepada Presiden terpilih AS: “Presiden Anda (artinya Obama, di mana Biden adalah wakilnya) dan orang-orang yang Anda tunjuk sekarang tidak melakukan apa pun yang baik untuk kawasan itu selama delapan tahun, tidak seperti orang yang Anda semua benci,” mengacu pada “Trump”.

Cohen menunjukkan pentingnya rekonsiliasi untuk stabilitas regional dan itu harus dipimpin oleh Amerika Serikat.

Dikatakan, Qatar juga perlu melakukan rekonsialisasi setelah selama beberapa tahun terakhir menjalin hubungan baik dengan negara-negara Barat, Amerika Serikat dan negara-negara moderat, dan juga dengan Iran.

Cohen menuduh ada kegiatan ‘teroris’ yang didukung oleh Qatar, mungkin mengacu pada dukungan Doha untuk Hamas, yang diklasifikasikan Israel sebagai “organisasi teroris.”

“Kami berharap langkah yang terjadi (rekonsiliasi Teluk) akan mencerminkan perubahan kebijakan Qatar terhadap negara-negara Barat dan menuju negara-negara Arab moderat,” lanjut Cohen.

“Ini jelas merupakan langkah yang bisa menjadi landasan penting bagi pengembangan hubungan antara Qatar dan Israel nanti,” pungkas Cohen. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)