Di London Ribuan Aktivis Pro-Palestina Gelar Aksi Solidaritas

Aktivis Pro-Palestina di London Gelar Aksi Solidaritas. (Foto: Middle East Eye)

London, MINA – Ribuan orang turun ke jalan-jalan di London pada Sabtu (15/5), untuk memprotes serangan Israel terhadap warga Palestina dan serangan udara di Gaza selama sepekan terakhir.

Para demonstran berbaris dari Hyde Park, menuju ke kedutaan Israel. Mereka meneriakkan slogan-slogan mendukung Palestina dan mengecam serangan tentara zionis Israel baru-baru ini terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza serta rencana penggusuran sejumlah keluarga di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem timur.

Berbicara kepada Middle East Eye (MEE), sejumlah pengunjuk rasa mengungkapkan kemarahan atas ketidakadilan yang dihadapi banyak warga Palestina, dan meminta pemerintah untuk mengambil tindakan atas situasi yang meningkat di sana.

“Hari ini kami di sini untuk memprotes kekejaman yang terjadi di Palestina oleh pemerintah Israel dan terorisme yang dilakukannya,” kata seorang pengunjuk rasa.

“Kami ingin mereka berhenti secara ilegal mengusir orang-orang dari tempat-tempat seperti Sheikh Jarrah dan berhenti meneror orang-orang Palestina di Al-Aqsa, tempat orang-orang beribadah,” tambahnya.

“Kami sedang menonton pembantaian dan tidak ada yang melakukan apa pun … itu mengerikan,” kata pengunjuk rasa lainnya kepada MEE.

Setidaknya 139 orang telah tewas di Gaza sejak Senin, dan lebih dari sepuluh mati tertembak di Tepi Barat, di tengah meluasnya aksi protes di semua wilayah Palestina.

Protes massa terjadi pada peringatan Nakba pada tahun 1948, atau Bencana, di mana setidaknya 750.000 warga Palestina diusir dari rumah mereka dan memberi jalan bagi pembentukan negara Israel.

Pekan ini, protes solidaritas dengan Palestina telah terjadi di seluruh dunia, termasuk di Selandia Baru, Italia, Irak, Jerman, Suriah, Chicago, dan lainnya.

Sementara itu, di Prancis, protes yang direncanakan dilarang pemerintah setempat.

Sebelumnya sore ini, Israel mengebom sebuah gedung 12 lantai di Gaza yang digunakan oleh sejumlah outlet berita termasuk Middle East Eye, Al Jazeera dan Associated Press (AP).

Pemboman gedung itu terjadi setelah Israel memberi tahu seseorang ultimatum satu jam untuk pergi, sehingga banyak orang terpaksa meninggalkan barang-barang dan peralatan mereka. (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)