Dirjen Kemenkes Palestina Takziyah ke Rumah Joserizal

dok foto: MER-C

Cibubur, Bekasi, MINA – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Dr. Ashraf A. Abu Mahdi bertakziyah ke rumah duka keluarga dr. Joserizal (alm) di Cibubur, Bekasi pada Senin (27/1).

“Kami datang ke kediaman almarhum untuk berduka cita atas kesedihan yang menimpa keluarganya. Sesungguhnya beliau memiliki pandangan yang jelas terhadap pentingnya Palestina secara umum dan jalur Gaza khususnya,” kata Ashraf.

Ia mengatakan, perlu diketahui bahwa rakyat Palestina sangat menghormati para pejuang yang membantu mereka termasuk dr. Joserizal yang begitu gigih dan kokoh pendiriannya akan pentingnya Palestina, sehingga banyak sekali yang berbela sungkawa atas peristiwa ini.

“Tidak hanya Ismail Haniya akan tetapi banyak tokoh-tokoh di Palestina yang secara langsung berbelasungkawa, bahkan ada yang datang langsung ke Indonesia untuk bertakziah, juga yang tidak langsung mereka mendoakan untuk ketabahan keluarganya. Semua itu adalah bentuk apresiasi atas peran yang telah dilakukan dr. Joserizal terhadap Palestina,” ujarnya.

Ia menilai, Joserizal merupakan sosok yang langka dengan pandangan dan kegigihannya menempatkan Palestina sebagai prioritas utama serta memandang permasalahan Palestina adalah permasalahan yang utama.

“Perhatiannya, bantuannya, dan kunjungannya yang berkali-kali ke Palestina merupakan wujud komitmennya terhadap Palestina,” ucapnya.

Menurutnya, sangat sedikit sekali tokoh yang mengetahui secara subtantif permasalahan Palestina. Permasalahan Palestina adalah permasalahan umat Islam secara keseluruhan.

“dr. Joserizal bersama timnya sangat menyadari permasalahan ini sehingga langkah-langkah kebijakan dan keputusannya begitu sangat terarah dan jelas. Sehingga dia sangat totalitas mendukung dan memperjuangkan demi tegaknya keadilan dan penyelesaian konflik tersebut,” imbuhnya.

Ia berpesan untuk rakyat Indonesia, RSI di Gaza merupakan bukti bahwa berawal dari keinginan dan harapan dalam perjuangan, kini telah berwujud kenyataan dan saat ini terus berkembang.

“Ketahuilah setiap pasien yang berobat di RS Indonesia, Allah akan memberikan dr. Joserizal pahala atas pengobatan tersebut,” katanya.

“Setiap tindakan yang terjadi di RSI akan menjadi amal jariyah bagi dr. Joserizal yang mudah-mudahan Allah SWT menempatkannya di tempat terbaik disisi-Nya serta menerima amalannya atas perjuangannya terhadap Palestina,” pungkasnya.

Joserizal wafat dalam usia 56 tahun (11 Mei 1963 – 20 Januari 2020) di Rumah Sakit Harapan Kita, Senin (20/1) dini hari pukul 00.38 WIB. Jenazahnya dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Senin (20/1) siang.

Almarhum Joserizal dikenal sebagai salah seorang pendiri organisasi kemanusiaan Medical Emergency Committee Rescue (MER-C) yang melakukan pertolongan kemanusiaan di wilayah-wilayah konflik dan bencana di dalam maupun di luar negeri.

Sosok Joserizal juga yang menginisiasi berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina dan di Rakhine, Myanmar.

Almarhum juga merupakan salah seorang pendiri dan komisaris PT Kantor Berita MINA berpusat di Jakarta. (L/A1/R6/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)