DUA DUBES DIPASTIKAN HADIRI PELETAKKAN BATU PERTAMA MASJID AN-NUBUWWAH

MASJID
MASJID
Ilustrasi Masjid An-Nubuwwah yang akan dibangun di Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan. (Foto: Al-Fatah)

Bandar Lampung, 13 Muharaam 1436/ 6 November 2014 (MINA) – Duta Besar Palestina, Fariz M. Mehdawi, dan Duta Besar Paraguay, Cesar Esteban Grillon, dipastikan hadir pada Peletakkan Batu Pertama masjid terbesar di lampung, Masjid An-Nubuwwah.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid An-Nubuwwah, Ir. Dade Novirzal, mengatakan, kedua dubes itu sudah mengonfirmasi kepada panitia perihal kehadirannya pada peletakan batu pertama masjid tersebut yang dijadwalkan dilaksanakan Jumat besok (7/11) yang direncanakan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

“Yang sudah konfirmasi ke kami Dubes Palestina dan Dubes Paraguay yang baru saja menetapi Islam, insya Allah akan hadir pada peletakkan batu pertama Masjid An-Nubuwwah Jum’at besok,” kata Novirzal saat ditemui Miraj Islamic News Agency (MINA) di sela-sela persiapan acara Peletakkan Batu Pertama Masjid di Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Kamis.

Selain dua dubes itu, lanjutnya, peletakan batu pertama juga dijadwalkan dihadiri oleh Duta Besar negara sahabat lainnya, termasuk  Norwegia dan Qatar.

Menurutnya, di kompleks Masjid An-Nubuwwah tersebut juga disiapkan berbagai fasilitas keumatan, seperti perpustakaan multimedia online, aula telekonferensi, studio radio dan televisi Islam, poliklinik masyarakat, serta kantor BMT (Baitul Mal Wat Tamwil), dan zakat, infak, sedekah (ZIS).

Novirzal menambahkan, Masjid An-Nubuwwah sesuai dengan namanya diharapkan menjadi masjid yang berfungsi untuk berbagai kegiatan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk shalat berjamaah mau pun aktivitas keumatan lainnya.

Panitia juga memprogramkan adanya semacam museum berisi diorama film dokumenter perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, seperti Perang Badar, Khaibar, Fathu Makkah, replika pedang nabi, maket Masjid Al-Aqsha Palestina, dan lainnya, di Masjid dengan luas bangunan 3.526 meter persegi di atas tanah seluas 8.632 meter persegi itu.

Selain para duta besar negara sahabat, menurutnya, perwakilan sekolah menengah IMTIAZ Melaka (semacam sekolah taruna di Indonesia) binaan Menteri Dalam Negeri Malaysia juga dijadwalkan hadir.

Sekolah itu juga menjalin kerja sama pendidikan dengan Ponpes Al-Fatah Lampung, utamanya bidang tahfidzul Quran dengan Al-Fatah menyediakan tenaga pengajar tahfidz untuk IMTIAZ.

Novirzal menjelaskan, dalam beberapa program pesantren itu melakukan pengiriman guru tahfidz ke Malaysia. Guru tahfidz Al-Fatah sudah menghasilkan puluhan tahfidz dengan program intensif tiga bulan.

“Hanya dalam waktu tersebut, anak-anak sekolah menengah di Malaysia itu berhasil menghafal Al-Quran 30 juz,” katanya.

Hingga sekarang tercatat santri Ponpes Al-Fatah berasal bukan hanya dari sekitar Lampung dan Pulau Jawa, namun juga dari mancanegara, seperti Malaysia, Afrika, Tiongkok, Italia, dan Maroko.

Selain itu, pesantren yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektare itu, sering dikunjungi tamu-tamu dari luar negeri, seperti Palestina, Turki, Sudan, Yaman, Filipina, dan sejumlah negara lainnya.

“Terkait program Dusun Muhajirun sebagai Kampung Islam Internasional, maka memang sangat penting untuk mempunyai masjid yang memadai dan sebagai pusat kunjungan muslimin,” tegasnya.(L/K08/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0