Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hezbollah Tegaskan akan Balas Serangan Israel Usai Kematian Komandan Senior

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - 52 detik yang lalu

52 detik yang lalu

0 Views

Sekjen Hezbollah, Sheikh Naim Qassem (Asharuq)

Beirut, MINA – Pimpinan Hezbollah menyatakan pihaknya memiliki hak untuk membalas serangan udara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menewaskan komandan senior mereka, Haytham Ali Tabatabai, di pinggiran Beirut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, yang mengecam keras apa yang disebutnya sebagai “agresi terang-terangan.” Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (29/11).

Qassem menyebut serangan itu sebagai kejahatan disengaja dan menegaskan bahwa keputusan soal balasan ada di tangan pihaknya dan mereka akan menentukan sendiri waktu dan bentuk respons.

Ia menegaskan, “Kami punya hak membalas, dan kami tentukan sendiri kapan waktunya.”

Baca Juga: Banjir Bandang Hantam Asia Tenggara, Indonesia Paling Parah Terdampak

Akibat serangan itu, Tabatabai bersama sejumlah anggota Hizbullah tewas. Serangan dilaporkan terjadi di kawasan permukiman kawasan selatan Beirut yang dikenal sebagai basis organisasi.

Situasi pun memicu kecaman dari sekutu Hizbullah. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyerukan “pembalasan” atas apa yang disebutnya “pembunuhan biadab” terhadap komandan senior tersebut.

Peringatan keras itu datang di tengah kondisi ketegangan yang sudah tinggi di kawasan — dengan kemungkinan eskalasi konflik antara Hizbullah dan militer Israel semakin menguat. Pihak Israel sendiri telah meningkatkan kesiagaan militer di perbatasan utara sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan serangan balasan.

Penembakan terhadap Tabatabai terjadi pada 23 November 2025, ketika pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di pinggiran Beirut. Komandan senior itu dianggap oleh Israel sebagai figur kunci dalam struktur militer Hizbullah — tuduhan bahwa ia terlibat dalam upaya persenjataan dan reorganisasi kelompok.

Baca Juga: Saudi Tegaskan Normalisasi dengan Israel Hanya Jika Ada Jaminan Kongkret Palestina Merdeka

Serangan terhadap Tabatabai menjadi pukulan besar bagi Hizbullah, pemimpin militer paling senior yang terbunuh sejak gencatan senjata 2024. Hal ini memicu pertanyaan serius tentang masa depan gencatan senjata dan stabilitas di Lebanon dan kawasan sekitarnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Indonesia–Oman Sepakati Bebas Visa untuk Paspor Diplomatik, Dinas, dan Khusus

Rekomendasi untuk Anda