ICRC KUTUK SERANGAN ISRAEL KE RUMAH SAKIT GAZA

Dua roket drone Zionis Israel hantam bangunan Kamar jenazah Rumah Sakit Indonesi di Bayt Lahiya, utara Gaza, Palestina, 23 Juli 2014.(Foto: MINA Gaza)
Dua roket drone Zionis Israel hantam bangunan Kamar jenazah Rumah Sakit Indonesi di Bayt Lahiya, utara Gaza, Palestina, 23 Juli 2014.(Foto: MINA Gaza)

Jenewa, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Komite Internasional Palang Merah (The International Committee of the Reds Cross/ ICRC) mengutuk serangan pasukan Zionis Israel terhadap sejumlah Rumah Sakit (RS) di Jalur Gaza, Palestina.

Pesawat tempur F-16 Zionis Israel pada Senin (21/7)  menembakkan rudal ke lantai tiga RS Syuhada Al-Aqsha di Deir Balah, tengah wilayah terblokade itu.

Menurut Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza, akibat serangan itu sedikitnya lima orang gugur sebagai syuhada dan melukai puluhan orang lainnya.

Militer Zionis Israel menyerang RS tersebut hingga beberapa kali, menargetkan ruang operasi, laboratorium, dan ruang administrasi.

Rumah sakit diserang langsung setidaknya empat kali. ruang operasi, unit perawatan intensif dan peralatan-peralatan rumah sakit rusak parah, mengganggu pelayanan medis yang sangat diperlukan.

Sebuah tim ICRC mengunjungi lokasi dan mengevaluasi kerusakan, manusia dan material, untuk membawa bantuan langsung dan dukungan.

“Kejadian ini belum mewakili gambaran lain dari bahaya yang dihadapi oleh staf pelayanan kesehatan, pasien, staf ambulans dan rumah sakit, dalam konflik saat ini di Gaza,” kata Christian Cardon, kepala sub-delegasi ICRC di Gaza dalam siaran pers  yang diterima MINA.

“Bahkan di tengah-tengah peperangan, orang seharusnya bisa menerima perawatan medis dengan aman,” tegas Cardon.

Sebelumnya, dalam agresi Zionis Israel Kamis (17/7) lalu, rudal F-16 Zionis membombardir RS El-Wafa, timur Gaza. Meski tidak ada korban, namun serangan itu membuat panik paramedis dan dievakuasinya semua pasien sebanyak 17 orang.

Drone (pesawat tanpa awak) Zionis Israel pun mulai menargetkan lokasi RS Indonesia di Bayt Lahiya, utara Gaza.

Muqarrabin Al-Fikri, Ketua Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza melaporkan, drone Zionis Israel menembakkan roket menghantam kamar jenazah RS Indonesia, pada Rabu sore (23/7).

“Serangan drone menyebabkan dua lubang cukup besar pada dinding RS Indonesia serta menghancurkan AC (pendingin udara) di dalam kamar jenazah,” kata Fikri saat dihubungi Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis sore (24/7).

ICRC mengingatkan semua pihak dari kewajiban mereka untuk menghormati dan melindungi semua personil medis, ambulans dan fasilitas-fasilitas medis, sebagaimana diatur di bawah hukum kemanusiaan internasional.

Para pihak yang terlibat konflik harus memastikan bahwa tenaga medis tidak terancam atau dirugikan, dan rumah sakit dan ambulans tidak diserang, dirusak atau disalahgunakan.

Selain Rumah Sakit, pasukan Zionis Israel juga menggempur fasilitas umum lainnya, seperti masjid, perumahan warga sipil, sekolah, bank, dan lainnya.

Zionis harus dihukum

Beberapa saat setelah pemboman RS Syuhada Al-Aqsha, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Syaikh Muhyiddin Hamidy atas nama kaum Muslimin mengutuk keras serangan biadab itu.

Jama’ah Muslimin (HIzbullah), wadah kesatuan umat Islam, berpusat di Jakarta, mengajak seluruh organisasi, lembaga Islam dan kaum Muslimin untuk mengecam tindakan brutal itu, serta mengajukan tuntutan hukum bersama terhadap Zionis Israel.

Ia menyerukan kaum Muslimin, khusus pada akhir bulan Ramadhan ini, untuk melaksanakan doa qunut nazilah setelah ruku’ pada rakaat terakhir tiap shalat fardhu pada tiap shalat-shalat fardhu.

Muhyiddin Hamidy juga menyerukan agar umat Islam memanjatkan doa setiap selesai shalat, memohon agar Allah menolong para pejuang di Jalur Gaza untuk memenangkan perang, serta mengalahkan pasukan penjajah Zionis Israel.

Menurutnya, berbagai cara secara simultan dapat dilakukan kaum muslimin, seperti memberikan dukungan moral melalui aksi-aksi turun ke jalan, menyalurkan donasi bantuan melalui lembaga kemanusiaan yang percaya, terutama membantu Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang memang sangat diperlukan, hingga menjadi relawan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Kepada Pemerintah Indonesia, ia juga mendesak pada akhir masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menetapkan paling tidak Konsuler di Jalur Gaza.

Apalagi saat ini sudah terbentuk pemerintahan bersatu Palestina, sehingga melalui Jalur Gaza pun sama dengan Tepi Barat. (L/P02/R1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0