IKA Gagas Hidupkan Kembali Budaya Berbahasa Arab dan Inggris di Ponpes Al-Fatah

Santri Ponpes Al-Fatah saat Sosialisasi Program Bahasa di Masjid At-Taqwa, Komplek Ponpes Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Jumat, (14/7) malam. Photo: Masri/MINA.

 

Bandar Lampung, MINA – Sebagai wujud baktiku untuk almamater, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Al-Fatah Lampung menggagas program menghidupkan kembali budaya berbahasa Arab dan Inggris bagi santri.

Hal ini disampaikan Ketua IKA, Fathurrahman saat sosialisasi Program Berbahasa bagi santri di Masjid At-Taqwa, Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Jumat, (14/7) malam.

Fathurrahman menekankan pentingnya kemampuan berbahasa bagi santri, karenanya, IKA tergerak dengan SDM alumni yang ada untuk kembali menghidupkan budaya berbahasa bagi santri.

Ia juga mengingatkan santri baru untuk tidak lagi menggunakan bahasa daerah masing-masing saat sudah berada di pesantren, guna mulai membudayakan bahasa wajib Arab dan Inggris.

“Bagi santri baru yang suku Lampung, mulai saat ini jangan lagi menggunakan bahasa Lampung di sini, begitu juga dengan suku Jawa, Sunda, dan lain-lain, minimal bahasa Indonesia dicampur dengan bahasa Arab atau Inggris yang sudah diketahui,” katanya.

Selanjutnya IKA juga akan mengadakan kembali Mahkamah Lughoh (Bahasa-red) yang akan menjalankan fungsi pengawasan dan hukuman bagi santri yang tidak berbahasa.

Bagi santri yang tidak berbahasa asing, akan diberikan sanksi dan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam program ini terdapat beberapa bidang kepengurusan diantaranya, Bidang Bank Mufrodat (kosakata), Muhadharah, dan Pembelajaran.

Semua bidang tersebut digawangi oleh alumni pesantren Al-Fatah yang sudah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di dalam maupun luar negeri.

Dalam kepengurusan juga ada konsultan bahasa yang terdiri dari ahli bahasa, praktisi, mulai dari lulusan S1 sampai doktoral.

Sementara, Ustadz Muhammad Iqbal selaku Amir Program berbahasa IKA dalam pemaparannya pada kesempatan yang sama mengatakan kewajiban belajar bahasa terkait erat dengan kebaikan pribadi setiap muslim.

Iqbal mengutip sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu A’laihi Wa Sallam tentang kebaikan pribadi, dan belajar agama.

“Siapa yang tidak mau memperdalam agama, maka tidak ada kebaikan padanya. Dan kita tahu agama itu ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits yang berbahasa Arab. Maka belajar agama harua dimulai dari mempelajari bahasa Arab,” ujarnya.

IKA dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wujud bakti untuk almamater berada di bawah Pembina Al-Fatah Lampung dalam hal ini Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Lampung,berkoordinasi dengan ponpes Al-Fatah itu sendiri.

Ponpes Al-Fatah memiliki lembaga pendidikan dari tingkat PAUD, Raudhotul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) Program IPS dan IPA, Halaqoh Diniyah, Lembaga Bahasa dan Tahfidz Al-Qur’an.

Alumninya sendiri sudah banyak yang tersebar di perguruan tinggi negeri seperti UGM, Unpap, ITB, Unbra, Unila, serta yang ada di luar negeri seperti Gaza Palestina, Mesir, Sudan, Yaman, Malaysia, Madinah, dan lain-lain. (L/B01/P1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).