Imaam Yakhsyallah: Jadilah Pemuda yang Berani Menolak Kemaksiatan

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaam Yakhsyallah Mansur menyampaikan tausiyahnya agar para pemuda Muslim dapat menjadi pribadi yang berani menolak kemaksiatan dan kebatilan.

Imam Yakhsyallah menyampaikan hal tersebut pada Tabligh Akbar Sabtu malam (19/3), yang merupakan bagian dari Ta’lim Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) 1443 H/2022 M.

Dia mengisahkan bagaimana keimanan Nabi Yusuf sebagai pemuda yang berani menolak kemaksiatan saat digoda oleh isteri tuannya.

Ia juga mengisahkan kepribadian pemuda selain hal itu, adalah pemuda harus memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah dalam mengarungi jalan masa depan.

“Sebelum keinginannya tercapai, jiwa pemuda itu tidak akan pernah berhenti,” ujarnya pada Tabligh Akbar bertema  “Memperkuat Ukhuwah dan Ekonomi Umat Menuju Pembebasan Al-Aqsa Melalui Momentum Ramadhan”.

Imaam Yakhsyallah mengisahkan bagaimana semangat dakwah Nabi Musa ‘Alaihis Salam yang tidak pernah berhenti.

Ia menambahkan, para pemuda juga seharusnya menjadi seorang yang pemberani dalam menumpas kebatilan dan menegakkan kebenaran. Sebagaimana Ibrahim muda berani menumpas berhala dan menunjukkan masyarakat kepada kebenaran Tuhan.

“Karakter pemuda yang perlu dimilik juga adalah mereka yang memiliki keimanan yang kokoh, tidak cepat goyah karena iming-iming duniawi,” imbuhnya, mengisahkan pemuda Ashabul Kahfi.

Ia menekankan pemuda adalah seseorang yang akan menjadi tonggak kemajuan bangsa dan agama. Pemuda adalah orang yang menjadi harapan bagi diri, keluarga, dan bahkan masyarakat. “Karena pentingnya pemuda, Al-Quran banyak memberikan isyarat akan sikap seorang pemuda,” lanjutnya.

Tabligh Akbar yang digelar secara luring (tatap muka) dalam jumlah terbatas dan daring (online) tersebut menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk ulama dan cendikiawan Muslim, secara virtual,  dari Filipina, Thailand, Afrika, Inggris dan Australia.

Ta’lim Pusat merupakan kegiatan tahunan yang digelar setiap tahunnya oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah) setiap akhir bulan Sya’ban, sebagai pembekalan memasuki bulan suci Ramadhan. Dua terakhir masa pandemi, ta’lim dilaksanakan secara online.

Kegiatan ini digelar sebagai sarana dakwah, menuntut ilmu, forum silaturahim, dan menjalin ukhuwah dengan para ikhwan/akhwat di seluruh daerah di Indonesia (langsung maupun virtual). (L/RS2/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)