Imaam Yakhsyallah Mansur : Enam Kemulian Penerima Tamu

Lampung Tengah, MINA – Imaamul Muslimin Yakshyallah Mansur mengatakan, pasca Ramadhan, orang beriman hendaknya meningkatkan kesyukuran sebagai wujud meningkatnya ibadah pasca Ramadhan.

“Syukur sendiri bermakna Tashawwurun nikmati wa idzharuha yang artinya menggambarkan nikmat dan memvisualkannya, atau menampakkannya. Dan salah satu hal yang perlu ditampakkan sebagai wujud syukur itu sendiri yakni Silaturahim,” demikian  Imaamul Muslimin di hadapan puluhan ikhwan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Niyabah Seputih Surabaya, Lampung Tengah, Selasa, (10/7).

Lebih lanjut lagi silaturahim dalam hal ini yakni bagaimana orang beriman itu bisa mendapatkan kebahagian, dan kegembiraan, serta kegemaran dalam menerima tamu.

Ada beberapa kemulian yang didapat orang beriman yang gemar menerima tamu.

Menurut Yakshyallah, kemuliaan pertama bagi orang mukmin yang gemar menerima tamu ialah mendapatkan seribu rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jika ada tamu masuk ke rumah orang mukmin maka akan masuk bersamanya 1.000 rahmat dari Allah,” katanya.

Kemuliaan kedua yakni Allah akan menulis setiap suap makanan yang dimakan tamu seperti haji dan umroh.

“Ini menunjukkan kepada kita orang beriman, betapa mulianya orang yang manjamu tamu di rumahnya,” ujarnya.

Adapun kemuliaan ketiga yakni dosa-dosa orang beriman yang rumahnya didatangi tamu akan dihapuskan oleh Allah.

“Ada seorang wanita mengeluh kepada Rasulullah karena suaminya kerap sekali menerima tamu sampai dia sebagai istri kerepotan. Maka  Rasul bertamu ke rumahnya. Dan saat Rasul pulang, wanita itu berteriak karena melihat banya binatang buas yang ikut keluar dari rumah mengikuti keluarnya Rasul dari rumah itu,” katanya.

Maka kemudian Rasulullah berkata kepada mereka, “ketahuilah, bahwa tamu yang datang ke rumah kita akan membawa serta malapetaka dan dosa dari penghuni rumah.”

Kemuliaan ke empat yakni penghuni rumah akan mendapatkan kebaikan. “Tidak ada kebaikan bagi siapa yang rumahnya tidak pernah kedatangan tamu,” ujarnya.

Lanjut kepada kemuliaan kelima yakni rumah penerima tamu akan mendapatkan sinaran cahaya. Dan kemuliaan terakhir, yang keenam yakni Allah akan mengampuni penghuni rumah tersebut sekalipun penghuninya berjumlah 1.000 orang.

“Betapa banyak kemuliaan penerima tamu, Maka mari kita sebagai orang beriman hendaknya senang bersilaturahim. Jangan merasa direpotkan kalau ada tamu datang.”

“Dengan silaturahim kesatuan umat akan terjaga dengan baik. Maka perbanyaklah silaturahim sebagai wujud usaha kita menyatukan umat,” katanya. (L/B01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)