Indonesia Negara Paling Dermawan, BAZNAS Apresiasi Masyarakat

Jakarta, MINA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyambut baik dan berterimakasih kepada masyarakat Indonesia karena sudah menjadi rakyat yang dermawan, sebagaimana penilaian dari lembaga internasional CAF yang menempatkan Indonesia pada posisi pertama.

Apresiasi tersebut diungkapkan Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta pada Konferensi Pers BAZNAS “Menyambut baik posisi pertama Indonesia sebagai negara paling dermawan”, di Jakarta, pada Rabu (7/11).

“Ini adalah pertama kalinya Indonesia berhasil menduduki peringkat satu setelah berada di peringkat kedua pada 2017 lalu,” jelas Arifin.

Sebelumnya, Myanmar yang menduduki posisi pertama namun dengan seiring banyak konflik kemanusiaan di negara tersebut, Myanmar malahan melorot di posisi sembilan.

Terdapat tiga aspek penilaian dalam laporan CAF World Giving Index 2018 yang dilakukan kepada 146 negara, yaitu membantu orang yang tidak dikenal, donasi bantuan amal, dan relawan yang ikut andil dalam proses tersebut.

Menurutnya, peringkat tersebut didukung oleh profil-profil humanis yang berjiwa sosial, peduli sesama, sabar, dan saling menolong yang itu merupakan karakter baik dalam peradaban Indonesia.

Salah satu relawan BAZNAS, Reza mengatakan, kepedulianya terhadap sesama adalah yang mendorong dirinya masuk dalam dunia relawan.

“Alasan saya terjun dalam dunia relawan meskipun saya masih seorang pelajar adalah bisa melayani orang lain dan secara otomatis dapat melayani diri sendiri,” ucapnya.

Arifin juga mengatakan, kepedulian ini juga ditopang langsung oleh banyak organisasi pengelola zakat di Indonesia yakni dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat lain dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Menurutnya, potensi donasi yang berasal dari masyarakat Muslim Indonesia berjumlah Rp 217 triliun, sementara yang baru bisa dihimpun secara formal saat ini berjumlah Rp 7 triliun.

BAZNAS berharap, pencapaian ini jadi momentum untuk lebih meningkatkan rasa kepedulian masyarakat Indonesia bagi yang belum bisa mengeluarkan kepeduliannya. (L/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)