Iran Panggil Dubes Inggris Soal Tuduhan Serangan Tanker

Teheran, MINA – Iran memanggil Duta Besar Inggris pada hari Sabtu (15/6) untuk dimintai penjelasan dan koreksi setelah Inggris menggemakan tuduhan AS terhadap Teheran atas serangan terhadap kapal tanker milik Norwegia Front Altair, di Teluk Oman pada 13 Juni.

“Rob Macaire, Duta Besar Inggris untuk Teheran, dipanggil ke Kementerian urusan Luar Negeri Iran, setelah pernyataan palsu yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Inggris,” demikian Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita resmi IRNA.

“Dalam pertemuan dengan para pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Iran sangat mengecam tuduhan yang tidak berdasar dan mengkritik sikap Inggris yang tidak dapat diterima mengenai serangan di Teluk Oman,” kata ISNA.

Duta Besar itu diminta penjelasan dan koreksi setelah Inggris merupakan satu-satunya negara yang menggemakan tuduhan AS, kata ISNA, seperti dikutip MEE.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat, menyalahkan Iran dan Korps Pengawal Revolusi Islam untuk serangan 13 Juni.

Ia mengatakan tidak ada negara lain atau aktor non-negara yang bisa bertanggung jawab.

Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker yang keluar dari pelabuhan Saudi dan Emirati di Teluk Oman, tetapi tidak memberikan bukti nyata untuk mendukung pernyataan itu.

Dalam briefing berita pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS telah menilai bahwa Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pompeo mengatakan penilaian itu “didasarkan pada intelijen, senjata yang digunakan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan operasi, serangan Iran baru-baru ini yang serupa pada pengiriman, dan fakta bahwa tidak ada kelompok proksi yang beroperasi di daerah tersebut memiliki sumber daya dan kecakapan untuk bertindak dengan tingkat kecanggihan yang tinggi “.

Namun, pemimpin partai oposisi utama Inggris mempertanyakan apakah pemerintah memiliki bukti untuk mendukung tuduhan bahwa Iran berada di balik serangan dan memperingatkan terhadap meningkatnya ketegangan.

“Tanpa bukti yang dapat dipercaya tentang serangan kapal tanker itu, retorika pemerintah hanya akan meningkatkan ancaman perang,” tulis pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn di Twitter Jumat malam.

“Inggris harus bertindak untuk meredakan ketegangan di Teluk, bukan memicu eskalasi militer yang dimulai dengan penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran,” katanya, merujuk pada penarikan Washington dari pakta 2015 untuk mengekang rencana nuklir Teheran.

Serangan-serangan itu telah menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi dalam rute pengiriman minyak vital Selat Hormuz pada saat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)