Dewan Pemasaran dan Perdagangan Islam Malaysia Kunjungi Kantor Berita MINA

Jakarta, MINA – Dewan Pemasaran dan Perdagangan Islam Antarabangsa (DPPIA) atau juga dikenal dengan World Islamic Marketing and Trade Chamber (WIMTC) yang berkantor pusat di Malaysia ingin menjajaki kerja sama dengan Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency) dalam promosi dan pemasaran produk-produk halal unggulan buatan Muslim.

Dewan Pemasaran dan Perdagangan Islam Antarabangsa (DPPIA) atau World Islamic Marketing and Trade Chamber (WIMTC) adalah sebuah NGO yang mengkhususkan pemasaran dan perdagangan internasional dengan fokus memperjuangkan serta memperluas industri Halal Malaysia dan negara-negara Muslim lainnya ke pasaran dunia.

Dalam kunjungan Presiden DPPIA/WIMTC Zuraini Binti Hasanuddin bersama Wakil Presiden Zuber Bin Bakri ke Kantor Pusat Kantor Berita MINA di Jakarta, Senin (4/2), diterima oleh Pemipin Umum Kantor Berita MINA Shafril Lubis dan Pemimpin Redaksi MINA Ismet Rauf.

“Kami berharap bahwa dengan ruang diskusi ini, kerja sama antara DPPIA / WIMTC dan Kantor Berita MINA akan dibentuk untuk mewujudkan manfaat bersama dari kegiatan yang akan direncanakan dan diimplementasikan di masa depan,” kata Zuraini.

Dia mengatakan, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan Program Misi Khusus Bisnis Matching B2B antara pengusaha UKM Malaysia dan pembeli Indonesia yang direncanakan digelar pada Juli mendatang.

Zuraini mengakui bahwa Indonesia menjadi negara yang menjadi target market atau pasar produk halal terbesar di dunia.

Sementara Wakil Presiden DPPIA/WIMTC Zubeir mengatakan, sudah ada banyak negara yang mengembankan lifestyle (gaya hidup) halal di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya, meski mereka bukan negara Islam atau mayoritas muslim.

Menanggapi hal ini, Pemimpin Umum Kantor Berita MINA Shafril Lubis menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas penjajakan kerjasama DPPIA/WIMTC Malaysia yang sudah lebih jauh memasarkan dan mempromosikan produk-produk halal unggulan dari para pengusaha Muslim di Malaysia maupun negara lainnya.

“Kerja sama ini akan dikuatkan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman atau MOU kerjasama dalam pemasaran dan perdagangan produk halal unggulan ke depan,” kata Shafril saat menerima kunjungan pimpinan DPPIA/WIMTC Malaysia yang juga didampingi Sekretaris Redaksi MINA Widi Kusnadi dan Kepala Peliputan Rana Setiawan.

Pemred MINA Ismet Rauf mengatakan, isu halal telah menjadi trend dunia. Produk baik makanan minuman, kosmetik maupun obat-obatan tidak hanya aman namun juga sesuai dengan keyakinan.

“Mengonsumsi produk halal telah menjadi gaya hidup global baru dan terus diminati masyarakat Indonesia maupun internasional. Untuk itu, MINA menjadikan Halal sebagai salah satu agenda utama pemberitaannya,” ujarnya.

Industri halal kini semakin berkembang di banyak negara di dunia termasuk di negara-negara non muslim. Produk-produk halal tidak hanya identik bagi kebutuhan masyarakat muslim saja, masyarakat nonmuslim di dunia juga mulai memilih mengkonsumsi produk halal.

Mencermati data Global Islamic Economic Report 2017/2018 menunjukkan potensi industri halal secara global tercatat mencapai USD 2 miliar pada 2016 dan diproyeksikan akan bertambah menjadi USD 3,1 miliar pada 2022. (L/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)