JAMAAH MUSLIMIN (HIZBULLAH) TUNTUT ISRAEL SERAHKAN AL-AQSHA

imaam
Syaikh Muhyiddin Hamidy. (Foto: Afta/MINA)

Jakarta, 13 Shafar 1436 H./6 Desember 2014 (MINA) – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) wadah kesatuan umat Islam berpusat di Jakarta, Indonesia, menuntut Israel segera menyerahkan kawasan Masjid Al-Aqsha ke tangan Muslimin.

Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Syaikh Muhyiddin Hamidy mengatakan hal itu sebagai bentuk dukungannya atas upaya Duta Besar Yordania untuk PBB, Dina Kawar, yang mengajukan draft Resolusi PBB untuk kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel pada Selasa (2/12) lalu.

“Penolakan terhadap Resolusi berarti membiarkan terjadinya kezaliman dan pembunuhan di muka bumi,” ujar Hamidy dalam siaran persnya, Sabtu (6/12).

Upaya Yordania tersebut harus didukung penuh seluruh negara di dunia, khususnya negara berpenduduk mayoritas muslim. Palestina merdeka merupakan hak penuh yang harus diberikan, sebagai satu-satunya negara di dunia ini yang masih terjajah, ujarnya.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) atas nama umat Islam seluruh dunia juga mendesak dihapuskannya hak veto di PBB karena hal tersebut berarti masih menunjukkan kolonialisme penjajahan, dan penjajahan merupakan perbuatan terkutuk.

“Kami siap kirimkan delegasi ke Sidang Umum PBB, dan kami minta diberi waktu untuk menyampaikan masalah ini,” desak Hamidy.

Ia menambahkan, saatnya mata dunia terbuka terhadap aksi penjajahan yang jelas-jelas betentangan dengan Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia PBB (Universal Declaration of Human Rights) itu sendiri dan nilai-nilai kemanusiaan di manapun berada.

Apalagi bagi bangsa Indonesia, yang di dalam pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Di samping itu, penjajahan hanyalah menyebabkan kerusakan di muka bumi, imbuh pemegang mandat Deklarasi Pembebasan Al-Aqsha hasil Konferensi Internasional untuk Kemerdekaan Palestina dan Pembebasan Al-Quds, di Bandung tahun 2012 lalu.

“Bagi kami umat Islam, penjajahan atas Palestina jelas-jelas menodai kesucian Masjid Al-Aqsha yang ada di dalamnya, sebagai kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam, dan merupakan penzaliman hak hidup umat Islam,” papar Hamidy.

Umat Islam sedunia menginginkan Israel segera hengkang tanpa syarat dari bumi jajahan Palestina dan biarkan Palestina menentukan nasibnya sendiri.

“Kami umat Islam punya hak dan kebebasan untuk beribadah sepenuhnya di Masjid Al-Aqsha tanpa ada gangguan dari pihak lain,” tegas Imaam Muhyiddin Hamidy.

Untuk itu, ia menyeru kepada kepala negara-negara Arab, negara-negara berpenduduk Muslim, organisasi massa Islam, organisasi kepalestinaan, dan unsur muslimin lainnya untuk bersatu padu mewujudkan kemerdekaan Palestina dan membebaskan Masjid Al-Aqsha.

“Kami ingatkan kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu-padu, merapatkan ukhuwah Islamiyah serta menggalang dukungan doa, moral, dan material guna membantu kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan  Israel,” paparnya, seraya menyebutkan firman-firman Allah surat Ali Imran 103, Al-Maidah : 2, Al-Anfal : 73, Al-dan Hujurat : 10. (L/P4/P1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0