Kadin Indonesia dan Kadin Arab Saudi Sepakat Bentuk Komisi Bisnis Bilateral

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dan Wakil Ketua Kadin Arab Saudi, Showimy Aldossari pada Indonesia – Saudi Arabia Business Forum di Jakarta, Kamis (2/3). (Foto: Kadin Indonesia)

 

Jakarta, 4 Jumadil Awwal 1438/3 Maret 2017 (MINA) – Kadin Indonesia dan Kadin Arab Saudi bersepakat untuk mempromosikan dan lebih meningkatkan hubungan bisnis serta membentuk komisi bisnis bilateral.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dan Wakil Ketua Kadin Arab Saudi, Showimy Aldossari pada Indonesia – Saudi Arabia Business Forum di Jakarta, Kamis (2/3).

Selain untuk meningkatkan hubungan bisnis, Komisi bersama ini juga diharapkan dapat menjaga komunikasi yang efektif bagi penguatan hubungan bilateral dan komersial untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di antara kedua negara sesuai dengan hukum dan peraturan masing-masing yang berlaku.

Penandatangan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Lukita Enggartiasto dan Gubernur Jenderal UMKM Kerajaan Arab Saudi, Gassan Ahmed Al Suliman serta Kepala BKPM, Thomas Lembong, demikian keterangan pers Kadin Indonesia yang diterima MINA.

Acara Indonesia – Saudi Arabia Business Forum yang dihadiri sedikitnya 26 orang pengusaha dari Arab Saudi dan 50 pengusaha Indonesia dari berbagai sektor ini digelar Kadin Indonesia bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI dalam rangka kunjungan kenegaraan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia.

Para pengusaha dari Arab Saudi yang datang ke Indonesia antara lain dari sektor konstruksi, material bangunan, aksesoris dan kosmetik, periklanan, industri botol plastik, investasi, travel dan pariwisata, layanan kargo, industri logam dan mesin, emas dan pertambangan, media, real estate, manajemen proyek, minyak dan gas, pengembangan teknologi, industri makanan dan minuman, spare parts dan otomotif.

Sebagaimana informasi yang diterima MINA, transaksi perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi periode 2015-2016 mengalami penurunan. Perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi turun 26 persen menjadi US$ 4,01 miliar pada 2016 dari tahun sebelumnya. Demikian pula pada 2015, transaksi perdagangan kedua negara juga turun 36,79 persen menjadi 5,48 miliar dari posisi 2014 yang mencapai US$ 8,67 miliar.

Jatuhnya harga minyak mentah sejak pertengahan 2014 hingga triwulan pertama 2016 diduga menjadi salah satu penyebab turunnya perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi.

Pada 2016 nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai 1,33 miliar dolar AS sementara impor dari Saudi mencapai 2,73 miliar dolar AS.

Sementara itu, data dari BKPM menyebutkan, Investasi Arab Saudi di Indonesia menempati peringkat ke-57 dengan nilai 900.000 dolar AS. Baru-baru ini Presiden RI Joko Widodo telah menyepakati kerja sama senilai Rp. 93 triliun lebih dengan Raja Salman dari Arab Saudi dalam pertemuan di Istana Bogor, Rabu (1/3). Kerjasama itu mencakup kesepakatan dengan perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco senilai US$ 6 miliar atau Rp. 80 triliun. (T/R01/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)