Kampanye Agar Qatar Dibatalkan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Australia, MINA – Seorang ahli strategi utama Australia Sir Lynton Crosby, CTF Partners,  menawarkan melancarkan kampanye melawan Qatar, agar negara ini dibatalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, media The Guardian melaporkan pada Ahad (10/2).

Perencanaan Project Ball yang ditawarkan CFT Partners itu diungkapkan  oleh suratkabar  The Guardian,  Ahad (10/2),  yang bertujuan membuat Qatar kehilangan kesempatan mejadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Dan memberikannya kepada “negara lain” sebuah permintaan utama dari saingan-saingan regional Qatar yang utama, UAE dan Arab Saudi.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya sebelumnya juga sudah melancarkan kampanye semacam ini dengan menuduh Qatar mendukung terorisme buat dijadikan alasan Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memblokade Qatar yang masih berlangsung sampai sekarang.

Dokumen kampanye membatalkan Qatar sebagai tuan rumah Piaa Dunia itu, yang dibuat pada bulan April, mengusulkan “kampanye untuk mengungkap  rezim Qatar dan membawa penghentian Piala Dunia 2022 di Qatar,” kata Crosby demikian The New Arab melaporkan yang dikutip MINA.

Dijuluki Project Ball, kelompok lobi Crosby menjanjikan ruang perang penuh waktu di seluruh dunia dan menggunakan wartawan, politisi dan akademisi untuk menyebarkan informasi negatif tentang Doha.

Ia juga menawarkan untuk membuat kampanye akar rumput palsu di media sosial melawan Doha, dengan tujuan utama untuk menekan FIFA untuk mempertimbangkan kembali Qatar sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia.

Ini adalah taktik serupa yang dikerahkan oleh Arab Saudi dan tentara elektronik UEA sejak peluncuran blokade 2017 yang dilancarkan mereka, atas tuduhan palsu bahwa Doha mensponsori terorisme. (T/Gun/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)