Kairo, 22 Sya’ban 1434/1 Juli 2013 (MINA) – Melalui Juru Bicara Kepresidenan, Ehab Fahmy, Muhammad Mursi menyerukan bahwa dialog adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis politik Mesir.
“Dialog adalah satu-satunya cara yang harus dilalui agar kita dapat saling mengerti. Kepresidenan terbuka untuk dialog nasional yang nyata dan serius,” kata Fahmy kepada wartawan, Ahad (30/6).
Dia mendesak pengunjuk rasa untuk mempertahankan “sifat damai” protes mereka, menunjuk unjuk rasa anti-Mursi adalah bukti kebebasan berekspresi di Mesir, Saudi Gazette melaporkan yang sikutip Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).
Kubu presiden bersama sekutu Islam, termasuk Ikhwanul Muslimin dan kelompok Islam lainnya, mereka mengatakan bahwa demonstrasi jalanan tidak bisa dibiarkan untuk menghapus pemimpin yang memenangkan pemilu yang sah. Dan mereka menuduh pendukung Mubarak berada di balik kampanye dalam upaya untuk kembali berkuasa.
Baca Juga: Pasukan Israel Maju Lebih Jauh ke Suriah Selatan
Mereka berpendapat bahwa rezim lama telah menyabotase upaya Mursi untuk menangani kesengsaraan bangsa dan membawa reformasi. Di sisi lain, kelompok sekuler dan liberal Mesir, Muslim moderat, Kristen dan oposisi yang merupakan sektor yang luas dari masyarakat umum, telah berbalik melawan kelompok Islam.
Kartu merah untuk Mursi
Ribuan demonstran melambaikan kartu merah di Tahrir Square, Ahad, menuntut pengunduran diri Presiden Mursi, sebagai semangat revolusi 2011 yang kembali ke tempat ikon protes di Kairo.
“Rakyat ingin penggulingan rezim” teriak pengunjuk rasa.
“Ini adalah revolusi kedua dan Tahrir adalah simbol revolusi. Revolusi akan diluncurkan dari sini, “kata Ibrahim Hammouda, seorang tukang kayu yang berasal dari kota utara Damietta yang bergabung untuk protes.
Baca Juga: Warga Palestina Bebas setelah 42 Tahun Mendekam di Penjara Suriah
Pada 2011, ketika ratusan ribu orang turun ke jalan untuk mengakhiri pemerintahan otoriter tiga dekade Mubarak, mereka mengangkat poster tokoh-tokoh rezim dengan wajah mereka dicoret.
Kali ini, pengunjuk rasa memegang gambar pemimpin senior Ikhwanul Muslimin, kelompok asal Mursi. (T/P09/R2).
Mi’raj News Agency (MINA).
Baca Juga: Faksi-Faksi Palestina di Suriah Bentuk Badan Aksi Nasional Bersama
Baca Juga: Agresi Cepat dan Besar Israel di Suriah Saat Assad Digulingkan