Konferensi Perbankan dan Keuangan Islam Untuk Temukan Solusi

Lahore, MINA – Konferensi Perbankan dan Keuangan Islam Dunia telah sepakat untuk membentuk forum internasional untuk menemukan solusi bagi masalah-masalah perbankan, keuangan dan sosiopolitik yang sedang dihadapi oleh umat Islam.

Konferensi dua hari itu  diselenggarakan oleh Minhajul Quran  di Lahore, Pakistan, yang berakhir pada Ahad (6/1).

Konperensi menyetujui saran Wakil Kepala Minhaj Hussain Mohyuddin bahwa harus ada forum internasional yang terdiri dari sarjana  berbagai negara untuk membangun sistem perbankan Islam serta menemukan solusi untuk masalah-masalah sosial dan politik yang dihadapi umat Islam di seluruh dunia.

Anggota forum juga akan memainkan peran mereka dalam meningkatkan kegiatan ekonomi negara-negara Muslim dan saling membantu melalui transfer teknologi di sektor pertanian dan industri. Demikian Dawn melaporkan, Senin (7/1), seperti dikutip MINA.

Ahli ekonomi Islam dari Amerika Serikat, Australia, Arab Saudi, Inggris, Belanda, Malaysia dan Uzbekistan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Dr Hussain juga mengumumkan peluncuran resmi Biro Sertifikasi Halal Minhaj untuk menawarkan kursus dalam bisnis halal untuk membantu memperkuat industri makanan global, sementara bukunya yang berjudul Business Ethics in Islam juga diluncurkan pada kesempatan itu.

Konferensi berakhir dengan pengadopsian suatu deklarasi yang menyatakan bahwa kegiatan semacam itu dapat dilakukan yang dapat meningkatkan kecerdasan ekonomi, advokasi dan literasi di negara-negara Muslim dan masyarakat di seluruh dunia.

Isi deklarasi juga menyerukan untuk mempromosikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada pola Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam relevansi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat Muslim, dan mempromosikan penelitian berorientasi akademik dan kebijakan yang konsisten dengan ajaran Islam.

Mereka menggarisbawahi perlunya mengembangkan agenda komprehensif untuk negara-negara Muslim dan masyarakat yang mencakup semua aspek sosial dan ekonomi. (T/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)