Laporan: Sekitar 56 Juta Orang Butuh Bantuan di Delapan Zona Konflik

New York, MINA – Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) untuk Dewan Keamanan PBB pada Senin (28/1) melaporkan, sekitar 56 juta orang membutuhkan bantuan pangan dan mata pencaharian yang mendesak di 8 zona konflik di seluruh dunia.

Laporan itu mengatakan, Yaman, Sudan Selatan, Afghanistan, Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah adalah lima zona yang mengalami kerawanan pangan berbasis konflik yang paling banyak terjadi di akhir 2018, demikian dilansir dari Anadolu Agency.

Tiga zona konflik lainnya, Somalia, Suriah dan Danau Chad telah melihat peningkatan ketahanan pangan sejalan dengan peningkatan keamanan.

“Hubungan antara konflik dan kelaparan masih terlalu kuat,” kata direktur FAO Jose Graziano da Silva.

“Laporan itu dengan jelas menunjukkan dampak kekerasan bersenjata terhadap kehidupan dan mata pencaharian jutaan pria, wanita, anak lelaki dan perempuan yang terjebak dalam konflik,” ujarnya.

Direktur Eksekutif WFP David Beasley juga mendesak adanya akses yang lebih baik dan lebih cepat, di semua zona konflik untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.

“Tapi yang paling dibutuhkan dunia adalah mengakhiri perang,” tegas Beasley.

Laporan itu juga mengatakan, kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan sedang meningkat, sehingga memaksa organisasi-organisasi kemanusiaan untuk menunda operasi mereka. (T/Ast/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)