Mengenal 17 Pintu Gerbang Masjid Al-Aqsa

 Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior MINA, Duta Al-Quds

 

Kompleks Masjid Al-Aqsa di kota tua Al-Quds (Yerusalem), Palestina, mempunyai luas 14,4 hektar (14.400 meter persegi).

Untuk memasukinya, terdapat 17 pintu gerbang di beberapa sisinya. Sejumlah 10 gerbang masih terbuka, di sisi utara dan barat, sehingga bisa dimasuki oleh jamaah yang hendak beribadah. Tujuh lainnya tertutup.

Ada 3 (tiga) pintu terbuka di sebelah utara, yaitu: pintu Al-Ashbat, Hiththah, dan Duwaidariyah. Lainnya 7 (tujuh) pintu terbuka di koridor barat, yaitu: pintu Ghowaninah, An-Nadhir, Al-Hadid, Al-Qoththonin, Al-Muthohharoh, As-Silsilah dan Al-Maghoribah.

Sedangkan pintu-pintu yang tertutup, di antaranya: pintu As-Sakinah (sebelah barat), Al-Janaiz atau Al-Buroq, At-Taubah, dan Ar-Rahmah (timur), dan lainnya sebelah selatan.

Termasuk pintu Ar-Rahmah (Baab ar-Rahmah) yang tertutup rapat dan digembok besi, yang memicu aksi protes pekan-pekan terakhir akhir Februari 2019 saat ini.

Dalam buku Tarikh Masjidil Aqsha karya Dr Muhammad Hasyim Ghousah, diuraikan karakteristik pintu-pintu tersebut untuk dapat diketahui umat Islam.

  1. Pintu Al-Asbath
Pintu Al-Asbath

Pintu ini terletak di sudut timur laut Masjid Al-Aqsha.

Pintu ini diperbaharui pada masa pemerintahan Ayyubiyah tahun 610 H./1213 M.

Kemudian diperbaharui kembali tahun 769 H./1367 M. Selanjutnya direnovasi kembali tahun 945 H./1538 M pada masa Sultan Sulaiman.

  1. Pintu Hiththoh

Pintu ini berada di koridor utara Masjidil Aqsha. Pintu ini merupakan bangunan tua, damn diperbaharui pada masa Sultan Malik al-Muadzdzon Syarafuddin Isa al-Ayyubi tahun 617 H./1220 M.

Pintu ini kembali diperbahatui tahun 989 H./1581 M.

  1. Pintu Syarful Anbiya

Pintu ini terletak di tengah bagian depan sebelah utara Masjidil Aqsha, menuju lengkungan utara dari Kubah Sakhrah.

Pintu ini disebut Syarful Anbiya (kemuliaan para Nabi), yang dinisbatkan pada jalur para Nabi.

Pintu ini disebut juga dengan Pintu ad-Duwaidariyah, yang dinisbatkan pada nama madrasah di sebelah pintu tersebut.

Puntu ini disebut juga dengan Pintu Faishal, mengacun pada Raja Faishal bin al-Husain ketika mengunjungi Masjidil Aqsha tahun 1930 M.

  1. Pintu Al-Ghowanimah
Pintu Al-Ghowanimah

Terletak di sisi barat laut Masjidil Aqsha. Pintu ini kecil bentuknya, dan berada di jalur yang mengarah ke Bani Ghonim.

Ekstremis Yahudi pernah membakar pintu ini tahun 1998 M. namun kemudian Badan Wakaf Islam Al-Aqsha memperbaharuinya kembali.

Untuk memasuki pintu ini , jamaah harus menaiki delapan anak tangga. Di atasnya terdapat rumah penduduk.

  1. Pintu An-Nazir

Terletak di koridor barat dari Masjidil Aqhsa, antara Madrasah al-Manjakiyah dan Madrasah al-Wafaiyah.

Pintu ini pernah diperbahatui tahun 600 H./1203 M. masa al-Ayyubiyah, seperti tertulis pada prasasti di pintu kayu.

  1. Pintu Al-Hadid
Pintu Al-Hadid

Posisi pintu ini berada di sebelah barat Masjidil Aqsha.

Pintu ini adalah salah satu dari beberapa pintu yang merupakan cabang dari jalan al-‘Amud, salah satu jalan masuk benteng al-Quds.

Dinamakan juga pintu Argun, karena diperbaharui pada masa Amir Argun yang wafat tahun 758 H./1356 M. Argun dalam bahasa arab berarti al-Hadid (Besi).

Jauh di atas pintu terdapat ruangan yang pernah difungsikan pada masa Mamalik. Di tengah-tengahnya terdapat jendela persegi empat yang dikelilingi batu dengan ornamen melengkung berbentuk zig zag.

List jendela tersebut terbuat dari batu dengan warna merah dan putih.

  1. Pintu Al-Qoththonin

Berada di sebelah barat dari Masjidil Aqsha. Diantara pintu masjid yang paling utama dan paling besar, sejajar dengan pasar Qothonin.

Ketika Sultan Mameluk Muhammad Qalawun berkuasa, ia memerintahkan gubernurnya al-Amir Saifuddin an-Nashiri untuk merenovasi pintu ini pada tahun 737 H./1333 M.

  1. Pintu Al-Muthoharoh

Berada di sebelah barat Masjidil Aqsha, yang mengarah langsung ke tempat wudhu atau bersuci (thoharoh).

Pintu ini termasuk pintu lama sebagaimana pintu-pintu lainnya.

Diperbaharui pada masa  pemerintahan Mamalik tahun 665 H./1266 M. oleh al-Amir Adaghidi, atau tahun 666 H./1267 M oleh al-Amir Alauddin al-Bashiri.

  1. Pintu As-Silsilah
Pintu As-Silsilah

Pintu as-Silsilah berada di sebelah barat Masjidil Aqsha, yang terhubung dengan lorong barat.

Sebagian orang mengatakan pintu ini ada dua, bukan satu. Pintu pertama dinamakan As-Silsilah (rantai) karena diyakini dulunya terdapat  rantai yang tergantung di pintu.

Pintu kedua dinamakan As- Sakinah. Pintu kedua ini ditutup, dan dibuka hanya dalam kondisi darurat.

Pintu gerbang ini diperbaharui pada masa pemerintahan al-Ayyubiyah tahun 600 H./1266 M., ketika al-Malik al-Adil Saifuddin Abu Bakar memerintah.

Bagian atas pintu as-Silsilah tertutup kubah. Kubah ini berdiri di atas dinding-dinding pintu. Dekorasi kubah sangat indah berbentuk persegi delapan.

Bagian atas pintu terdapat bangunan berupa ruangan, yang sejarah pembangunannya kembali ke zaman Mameluk dan Kesultanan Turki Utsmani.

  1. Pintu Al-Magharibah
Pintu Al-Magharibah

Pintu al-Magharibah dikenal juga dengan sebutan pintu an-Nabi atau pintu al-Buraq. Karena diyakini, melalui jalur ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam masuk ke kawasan Masjidil Aqsha ketika malam Isra’ Mi’raj.

Dinamakan dengan pintu al-Magharibah, karena pintu ini mempunyai akses langsung ke perkampungan orang-orang Maroko (Maghribi). Namun kampung ini sudah digusur dan digantikan dengan perkampungan ilegal Yahudi.

Gerbang ini diperbaharui pada masa Kesultanan Mameluk tahun 737 H./1336 M. ketika Sultan Nasir Muhammad Qalawun berkuasa.

Dari arah luar masjid, pintu ini berbentuk melengkung di atasnya. Dari arah dalam masjid, pintu ini berbentuk persegi panjang dengan perbandingan panjang dan lebar, 2 m : 3 m.

Gerbang ini terbuat dari kayu dengan satu daun pintu. Pintu ini beratapkan dua kubah. Di sebelah utara pintu ini terdapat masjid kecil yang dinamakan Masjid al-Buraq.

Masjid ini dibangun pada masa Mameluk pada tahun 707-737 H. Masjid ini berbentuk persegi empat dengan ketinggian 3 meter.

  1. Pintu Ar-Rahmah
Pintu Ar-Rahmah

Ini adalah pintu gerbang kedua di sebelah timur Masjidil mAqsha. Terdiri dari dua pintu masuk, yang dinamakan dengan ar-Rahmah dan at-Taubah.

Pintu ar-Rahmah berada di sebelah selatan dan pintu at-Taubah berada di utara.

Dulu pintu ini terbuka hingga datangnya perang salib. Tentara salib menjadikan pintu ini sebagai pintu masuk untuk menyerang Masjidil Aqsha dan kota al-Quds.

Kemudian pintu ini ditutup pada masa Sultan Shalahuddin al-Ayyubi untuk menjaga masjid dan al-Quds dari berbagai serangan.

Di dalam pintu ini Shalahuddin menuliskan salah satu potongan ayat al-Qur’an surat al-Hadid ayat 13, yang artinya, “Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman: Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu. Kepada mereka dikatakan: Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu). Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab”.

Adapun orang-orang Yahudi dan Nashrani menyebut pintu ini dengan sebutan pintu az-Zahabi (emas). Mereka meyakini bahwa Isa bin Maryam akan datang melewati pintu ini pada akhir zaman.

  1. Pintu al-Munfarid

Terletak di pagar selatan Masjidil Aqsha, sebelah timur Pintu ats-Tsulasi.

Pernah dibuka di sebelah dinding selatan atas perintah Fatimiyah ad-Dohir tahun 425 H. / 1034 M.

  1. Pintu Ats-Tsulasi
Pintu Ats-Tsulasi

Terletak di pagar selatan Masjidil Aqsha, yang mengarah ke Musholla al-Marwani.

Terdiri dari tiga pintu yang tertutup, dan dibangun atas perintah Fatimiyah ad-Dohir tahun 425 H./1034 M.

Gerbang ini ditutup atas perintah Sultan Shalahuddin al-Ayyubi untuk menjaga masjid dan al-Quds dari serangan.

Tahun 1990-an, penjajah zionis membangunkan tangga untuk mencapai pintu ini, untuk menguasai Mushalla Marwani, tapi dicegah oleh Yayasan Al-Aqsha yang dengan segera merenovasi mushalla dan menjadikannya tempat shalat.

  1. Pintu Darul Khitobah

Terletak di dinding selatan Masjidil Aqsha, yang mengarah ke Darul Khitobah dari sisi barat.

Bani Utsmani menutupnya pada tahun 925 H./1519 M.

  1. Pintu As-Sakinah

Terletak di koridor barat Masjidil Aqsha, dan bersambungan langsung dengan pintu as-Silsilah dari sisi utara.

Pintu ini dikenal juga dengan nama Pintu as-Salam.

Dibangun pada masa al-Ayyubi, dengan ditemukannya prasasti pada salah satu bruangan belajar anak-anak (kuttab) pada bagian atas pintu, yang tertulis tahun 595 H./1198 M.

  1. Pintu Al-Janaiz
Pintu Al-Janaiz

Pintu ini berada di sebelah timur Masjidil Aqsha.

Pagar masjid sebelah timur juga merupakan pagar (benteng) kota al-Quds. Di pagar ini hanya ada dua pintu, yaitu pintu al-Janaiz dan pintu ar-Rahmah.

Pintu al-Janaiz khusus digunakan untuk membawa jenazah dari dalam masjid ke makam Rahmah, di samping masjid.

Gerbang ini ditutup pada masa Sultan Shalahuddin al-Ayyubi untuk menjaga masjid dan al-Quds dari berbagai serangan.

  1. Pintu Al-Muzdawij
Pintu Al-Muzdawij

Pintu Al-Muzdawij berarti dua. Dinamakan demikian karena pintu tersebut berjumlah dua. Posisinya berada di selatan masjid.

Dibangunkan pintu ini sebagai pintu masuk Amir dan Sultan untuk shalat di Masjid Qibli sebagai imam shalat.

Pintu ini berhimpitan langsung dengan istana Bani Umayyah yang berada di selatan masjid.

Pintu ini sudah ditutup atas perintah Shalahuddin al-Ayyubi untuk menjaga masjid dan al-Quds dari serangan.

Karena pagar masjid al-Aqsha di sebelah selatan juga menjadi pagar kota al-Quds.

Semoga Allah selalu menjaga kawasan Masjidil Aqsha, dan kita sebagai umat Islam dapat berkunjung ke tempat suci penuh berkah itu, melalui berbagai pintu-pintu masuknya. (A/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)