Menlu AS-Rusia Lanjutkan Pertemuan di Jenewa Bahas Damai Suriah

Jenewa, 7 Dzulhijjah 1437/9 September 2016 (MINA) – Upaya-upaya terakhir menengahi kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Rusia untuk Suriah  diadakan di Jenewa pada Kamis (8/9) dan Jumat (9/9), antara Menteri Luar Negeri AS dan Rusia, John Kerry dan Sergey Lavrov, setelah Presiden Barack Obama dan Presiden Vladimir Putin gagal mencapai kesepakatan dalam pertemuan di sela-sela KTT G20 di China.

Rusia selaku sekutu utama Presiden Suriah Bashar Al-Assad, terus melakukan serangan udara di Suriah selama hampir satu tahun, sementara AS mendukung oposisi yang berjuang untuk menggulingkan Assad dan telah memintanya untuk mundur.

Kerry dan Lavrov telah setuju tentang tiga point, yakni perlunya kesepakatan melakukan gencatan senjata yang bisa bertahan lama, akses kemanusiaan ke daerah konflik yang menderita dan dimulainya kembali pembicaraan damai.

Namun, Menteri Pertahanan AS Ash Carter mengatakan kepada radio BBC bahwa kesepakatan itu masih jauh bisa terjadi, demikian Alaraby.co.uk memberitakan yang dikutip MINA.

Lavrov juga menghubungkan masalah ini dengan Ukraina, dengan mengatakan bahwa sanksi baru AS atas krisis Ukraina telah menghambat upaya bersama kedua belah pihak menyelesaikan “konflik regional”.

Din lain fihak, Carter memang mengakui ada perbedaan serius dengan Rusia.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan mengatakan pada Selasa (6/9), pasukannya siap bergabung dengan pasukan AS untuk menembus wilayah kelompok Islamic State (ISIS) dan akhirnya merebut ibukota de facto militan yang bermarkas di Raqqa, Suriah utara. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)