PROFESOR MUSLIMAH CANTIK INI SUMBANGKAN 1 DOLAR AS UNTUK SETIAP KOMENTAR HINAAN

Susan Carland dan suami, Waleed Aly (Foto: Huffington Post)
Susan Carland dan suami, Waleed Aly (Foto: Huffington Post)

Melbourne, 3 Safar 1437/15 November 2015 (MINA) – Al-Qur’an dan kitab-kitab suci agama lainnya menekankan tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama manusia dan mengedepankan tenggang rasa.

Pesan kasih sayang itulah yang dipraktikkan oleh Dr Susan Carland, seorang muslimah dan profesor di Monash University di Melbourne, Australia. Ia memeluk agama Islam ketika berusia 19 tahun.

Seperti diberitakan ABC News, perempuan yang dikenal luas di komunitas Muslim ini membalas tindakan permusuhan padanya sebagai pemeluk Islam, dengan perbuatan baik, seperti yang dianjurkan dalam kitab suci Al-Quran dan agamanya, Islam. Demikian dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad.

Dalam menanggapi orang-orang yang mencaci dan menghina keimanan Islam-nya, Carland menyumbang Aus$1 (Rp9.000) ke Badan Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef) untuk setiap satu komentar bernada kebencian.

Laman akun Twitter dan Facebook pribadi Carland, tak jarang dipenuhi komentar atau cicitan bernada kebencian, yang datang dari para pengguna media sosial. Saking seringnya mendapatkan perlakuan tak patut, ia menganggap hal itu sebagai angin lalu dan biasa saja.

“Saya secara teratur mendapatkan cicitan dan pesan Facebook yang mengatakan kepada saya, sebagai seorang perempuan Muslim, saya suka penindasan, pembunuhan, perang, dan seksisme,” ungkap Carland dalam tulisannya di opini editorial Sydney Morning Herald.

“Makian daring itu berkisar dari permintaan (agar saya) meninggalkan Australia, mengharapkan kematian saya, menghina penampilan saya (dengan fokus khusus pada jilbab saya), tuduhan bahwa saya seorang jihadis siluman, dan bahwa saya berencana untuk mengambil alih bangsa,” tuturnya, seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Mendapatkan cercaan seperti itu tidak membuat telinga Carland memerah. Bertolak dari makian itu malah terbesit di benaknya untuk mengalihkan keburukan orang-orang menjadi sesuatu yang bermanfat bagi orang banyak.

“Saya merasa harus aktif menghasilkan hal-hal baik di dunia untuk setiap kata-kata buruk yang dikirim kepada saya,” kata pengajar pada Monash University itu.

Berangkat dari itu Carland membuat rencana yang unik, yaitu ia akan menyumbangkan $1 ke Unicef untuk setiap cicitan atau pesan penuh kebencian yang ia terima.

“Aku sangat menyukai ide menyumbang ke Unicef, yang banyak membantu anak-anak yang berada di situasi mengerikan yang merupakan dampak langsung kebencian – perang, kemiskinan karena keserakahan, ketidakadilan, kekerasan. Anak-anak ini adalah penerima bantuan sesungguhnya untuk menjadi obat penawar kebencian,” ungkapnya.

Carland telah mengumpulkan lebih dari US$1.000 (Rp13 juta) sejak memulai aksi donasinya sekitar dua minggu lalu, namun dia mengaku tidak memiliki niat untuk memimpin sebuah gerakan anti kebencian.

Dukung Carland

Unicef mengapresiasi ide cemerlang Carland yang melawan tindakan buruk yang dialaminya dengan perbuatan baik. Badan anak-anak PBB itu mendukung muslimah ‘Negeri Kanguru’ tersebut dan memintanya untuk terus menempatkan anak-anak sebagai prioritas.

“Terima kasih untuk dukunganmu! Anda telah mengubah kebencian menjadi sesuatu yang indah: pendidikan, kesehatan, dan perlindungan untuk anak-anak. Terima kasih @SusanCarland untuk pendirian dan menempatkan anak sebagai prioritas!,” kata Unicef, dalam dua cicitan terpisah.

Carlan mengaku tidak pernah berpikir akan menerima pesan bernada kebencian. Lahir sebagi seorang penganut Kristen, ia memeluk Islam pada usia 19 tahun.

“Saya memiliki pengalaman yang sangat positif tumbuh sebagai Kristen, tapi lebih dari sebuah keyakinan pribadi yang membawa saya ke Islam. (Ini) memberikan banyak kebaikan bagi saya. Itu bukanlah ide barbar dan seksis,” kata Carlan.

Ia menyatakan keteguhan iman dalam Islam telah membimbingnya untuk mengambil jalan yang lebih mulia, termasuk aksinya yang membalas umpatan buruk dengan berdonasi untuk Unicef. Kampanye atau aksi Carland mendapat umpan balik positif di media sosial.
“Al-Quran mengajarkan ‘Bahwa yang baik dan yang jahat tidak sama. Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik’. (Karena itu) saya pikir saya harus menumbuhkan kebaikan di dunia untuk setiap umpatan buruk yang saya terima,” ujarnya, mengutip penjelasan Al-Qur’an dalam Surat Fushshilat ayat 34.

Carland pada 2009 dimasukkan dalam jajaran 500 Muslim paling berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Center. Profesor Monash University ini adalah istri dari Waleed Aly, seorang pembawa acara talk show. (P022/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0