Yerusalem, MINA – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Ahad (12/8) memperingatkan Hamas bahwa Israel akan terus beroperasi melawan Jalur Gaza dan mengisyaratkan bahwa tidak ada perjanjian gencatan senjata resmi yang telah dicapai.
“Kami berada di tengah-tengah kampanye melawan teror di Gaza.Serangan tidak akan berakhir dalam satu serangan. Permintaan kami jelas, gencatan senjata lengkap. Kami tidak inginkan yang kurang dari ini,” kata Netanyahu pada pertemuan kabinet pekanannya, demikian Times of Israel melaporkan, yang dikutip MINA< Ahad, (12/8).
Para pejabat senior Israel pun mengatakan belum menyetujui gencatan senjata seperti yang diumumkan Hamas pada Kamis malam (9/8). Hamas mengklaim kesepakatan itu dimediasi oleh Mesir dan pemain regional lainnya.
Gencatan senjata yang muncul terjadi setelah dua hari kekerasan yang menyaksikan pertikaian paling hebat antara Israel dan kelompok pejuang di Gaza sejak perang Gaza 2014.
Baca Juga: PBB: 40.000 Warga Palestina di Tepi Barat Terpaksa Mengungsi
Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan sebelumnya pada Ahad, Israel dapat menggulingkan Hamas, laporan menunjukkan bahwa Israel sedang mempertimbangkan pembunuhan para pemimpin kelompok yang memerintah Jalur Gaza itu.
“Menggulingkan Hamas adalah pilihan dan kami lebih dekat dengan itu daripada sebelumnya,” kata Steinitz kepada penyiar publik Kan. (T/RI-1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sempat Ditunda, 640 Tahanan Palestina Akhirnya Dibebaskan