Da’i Nurzen Ceritakan Suasana Ramadhan di New Zealand Pascatragedi Chistchurch

Auckland, MINA – Dua bulan setelah tragedi Christchurch, salah satu dai ambasador Dompet Dhuafa (DD), Kopri Nurzen, mengkisahkan suasana Ramadhan di negara New Zealand, Senin (13/5).

Nurzen mengatakan, tidak dipungkiri tragedi itu telah melukai bukan hanya hati umat muslim, tetapi juga hati masyarakat New Zealand.

Nurzen menilai, soliditas masyarakat di sana kepada Muslim semakin tinggi. Sebelum Ramadhan, sering ditemui pengawalan ketika shalat Jumat (10/5) oleh masyarakat non-Muslim di New Zealand.

Tak berbeda juga ketika Ramadhan. Bukan hanya menjadi bulan besar bagi umat Muslim, kehadiran Ramadhan juga menjadi bulan istimewa bagi masyarakat New Zealand secara umum tahun ini.

Ia menjelaskan, ketika malam, dan waktu shalat tarawih tiba, kepolisian setempat kompak mengawal untuk memberikan kenyamanan beribadah bagi Muslim di sana.

Tidak ada suasana mencekam seperti dulu, berganti dengan kekhusyukan beribadah. Ramadhan di sana terasa lebih istimewa dan damai.

“Setiap tarawih masjid-masjid dijaga oleh polisi dengan senjata laras panjang untuk memberikan kenyamanan kepada orang-orang yang shalat. Hal itu sebagai bentuk dukungan pemerintah New Zealand kepada umat Islam pascaperistiwa penembakan di Crish Church beberapa waktu lalu,” katanya.

Terlepas dari kejadian Christchurch, sejak lama New Zealand sudah menjadi tanah bagi banyak etnis. Mayoritas penduduknya yang merupakan pendatang, membuat New Zealand menjadi negara dengan tingkat toleransi yang tinggi. (R/Gun/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)