Parlemen Palestina Gelar Sidang di Pantai Gaza Peringati Freedom Flotilla

Gaza, 25 Sya’ban 1437/2 Juni 2016 (MINA) – Parlemen Palestina menggelar sidang khusus di pantai laut Gaza, Rabu (1/6) rangka memeringati serangan terhadap Armada Freedom Flotilla dan berlanjutnya blokade atas Jalur Gaza.

Wakil Ketua Parlemen Palestina, Dr. Ahmad Bahar dalam sambutannya meminta kepada dunia untuk membebaskan blokade dan mendirikan pelabuhan laut untuk Gaza, demikian laporan The Palestinian Information Center (PIC) dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (2/6).

Dikatakan Bahar bahwa berlanjutnya blockade oleh Israel dan tekanannya terhadap Gaza serta membuatnya kelaparan, hanya akan mendatangkan bencana kehancuran dan ledakan serta perlawanan tanpa henti dari Palestina.

Ia mengungkapkan bahwa sidang di Pelabuhan Gaza adalah dalam rangka memeringati lima tahun serangan terhadap armada Freedom Flotilla dan kapal Mavi Marmara oleh pasukan Angkatan Laut penjajah Israel di laut Internasional saat menuju ke Gaza.

“Serangan ini mengakibatkan 9 relawan Turki meninggal dan puluhan relawan lainnya terluka,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia menyatakan bahwa blokade yang diberlakukan terhadap rakyat Palestina merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional, kemanusiaan, perjanjian Genewa dan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

“Blokade laut, darat dan udara terhadap Gaza telah mengakibatkan kehancuran pada tingkat ekonomi dan kemanusiaan. Berdasarkan data dokumentasi, 40% penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara itu tingkat pengangguran mencapai 45% pada tahun 2015 lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa gerbang Rafah tetap ditutup sepanjang tahun 2015 dan hanya dibuka 24 hari saja. Lebih dari 30 ribu Palestina dari kalangan pasien, pelajar/mahasiswa, pemegang izin tinggal di luar negeri dan kasus-kasus kemanusian, menunggu dibukanya gerbang untuk bisa menyeberang ke Mesir.

Sejak pertengahan tahun 2007 lalu, penjajah Israel memberlakukan blokade ketat terhadap Gaza. Semua perlintasan dan pintu perbatasan yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar melalui Mesir atau wilayah Palestina terjajah 1948 ditutup, dibuka hanya sebagian saja untuk pasokan beberapa barang dan lalu lintas beberapa orang. (T/P011/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)