PAZ Tarbiyyah Brunei Buka Pusat Pengayaan Islam Pertama Untuk Anak-Anak

 

 

Bandar Seri Begawan, MINA  – PAZ Tarbiyyah Brunei Darussalam membuka Pusat Pengayaan Islam pertama untuk anak-anak, seperti dilaporkan Biz Brunei, Selasa (6/11).

PAZ Tarbiyyah yang memulai lembaga pendidikan pada akhir tahun 2015 memfokuskan pada Proyek Tarbiyyah untuk anak-anak melalui pengenalan Asmaul Husna, disertai makna dan penjelasannya.

Pendiri PAZ Tarbiyyah Rafeah Serbini dan Dr. Mona Yati Mohd Kassim mengembangkannya dengan menggandeng karier profesional dan perusahaan.

Rafeah sebelumnya memulai kariernya di perusahaan Brunei Shell Petroleum. Sementara Mona sudah terlibat dalam puluhan perusahaan, dari mengajar di universitas hingga memulai perusahaan pelatihan dan konsultan bisnis.

“Membesarkan anak-anak didik tampaknya mudah, tapi ternyata menantang. Ada banyak pertanyaan dari anak-anak, seperti mana yang lebih kuat, air, udara, atau logam? Di mana dan  bagaimana kita menemukan Allah?” ujar Mona dalam sambutannya.

Ibu empat anak itu menyadari bahwa hanya menyajikan saja tidak cukup. Namun perlu menemukan cara baru untuk melibatkan anak-anak dengan beragam informasi dan bermakna.

“Itu harus menjadi cara belajar yang berdasarkan pengalaman,” tambahnya.

“Saya percaya bahwa itu adalah cara Tuhan membantu saya menjadi ibu yang lebih baik. Hari ini, kami menyebutnya konsep bermain dengan tujuan, dan begitulah proyek Tarbiyyah pertama kali dimulai,” lanjutnya.

Lembaga PAZ Tarbiyyah berudaha terus meneliti pedagogi dan yang berfokus pada pengalaman belajar, membangun hubungan dan mendorong penemuan dan pembelajaran mandiri.

“Ada sebuah hadits yang mengatakan orang-orang yang mengenal diri mereka adalah orang-orang yang mengenal Tuhan mereka,” Rafeah menambakan.

Rafeah meninggalkan dunia korporat untuk terjun sepenuhnya pada proyek Tarbiyyah.

“Inilah yang kami ingin anak-anak lakukan, kami ingin mereka memahami dan tahu siapa Allah,” ujarnya.

PAZ Tarbiyyah awalnya mengadakan kelas untuk anak-anak, kebanyakan antara usia empat hingga sembilan tahun, di masjid-masjid serta di aula.

Tidak lama setelah mereka mencatat murid keseribu, mereka awal tahun ini menerima penyumbang potensial yang memberikan proyek Tarbiyyah sebuah rumah.

“Masih sangat tidak nyata untuk akhirnya berada di sini,” kata Rafeah saat duduk di Pusat Pengayaan Islam PAZ Tarbiyyah yang baru dibuka. “Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan.”

“Kami ingin ruang menjadi sedekat mungkin dalam desain dengan alam bebas,” kata Rafeah.

Tidak hanya untuk mencintai dan menghargai lingkungan tetapi untuk belajar dari mana makanan Anda berasal serta teknologi baru yang akan membantu keberlanjutan dunia. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)