Pemantau HAM Serukan PBB Tangani Krisis Kesehatan di Gaza

Krisis kesehatan di Gaza (istimewa)

Jenewa, MINA – Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania (Euro-Med) mengirim surat kepada utusan Khusus PBB tentang hak atas kesehatan, Dainius P, untuk segera turun tangan menangani krisis kesehatan di Jalur Gaza, Palestina.

Organisasi yang berbasis di Jenewa tersebut melaporkan, pasien dan staf di departemen dialisis rumah sakit Jalur Gaza berada dalam kondisi yang mengerikan, karena kurangnya jalur transfusi darah untuk anak-anak yang berlangsung dua hingga tiga pekan sekali.

Euro-Med menambahkan, krisis tersebut telah membuat ratusan anak tidak dapat mengkonsumsi susu yang tepat untuk pertumbuhan normal mereka. Krisis ini juga mengakibatkan penangguhan pengobatan pasien kanker setelah menipis 62 persen dari obat khusus mereka.

Sementara itu, pusat perawatan utama tidak dapat menyediakan 68 persen obat yang digunakan untuk penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, serta vitamin, suplemen untuk ibu hamil, psikiatrik, penyakit neurologis, dan epilepsi.

Sektor kesehatan di Jalur Gaza meluncurkan status darurat awal tahun ini untuk memperingatkan krisis yang semakin memburuk, mengingat kurangnya solusi atau intervensi internasional.

Mohamed Emad, peneliti hukum Euro-Med mengatakan, pembatasan otoritas pendudukan Israel atas masuknya banyak pasokan medis dan bahkan bahan makanan ke Jalur Gaza, merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa Keempat dan tugasnya sebagai otoritas pendudukan.

Menurut Pasal 55-56 dari Konvensi Jenewa Keempat, otoritas pendudukan harus menyediakan makanan dan pasokan medis kepada penduduk yang berada di bawah pendudukan. Hal tersebut belum dilakukan Israel selama 13 tahun blokade yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Oleh karena itu, Euro-Med meminta PBB untuk segera dan segera turun tangan menghentikan bencana kemanusiaan yang dihadapi oleh para pasien di Jalur Gaza. (T/Sj/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)