PEMBINA PESANTREN: WARISAN ULAMA ADALAH ILMU

alfatah haflah 2
KH Yakhsyallah Mansur,MA pada Haflah Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Ahad (24/5). (Dok Pan)

Bogor, 7 Sya’ban 1436/25 Mei 2015 (MINA) – Pembina Utama Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, K.H. Yakhsyallah Mansur,MA. mengatakan, warisan para ulama bukanlah harta yang berlimpah, tapi ilmu yang bermanfaat, maka betapa pentingnya ilmu untuk dijaga dan diamalkan oleh generasi muda untuk perjuangan Islam.

K.H. Yakhsyallah Mansur mengatakan pada acara Haflah (Perpisahan) Santri Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, angkatan 2015, Ahad (24/5).

Ia menambahkan, dengan warisan ilmu tersebut generasi Muslim mempelajari dan mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, menurutnya para pencari ilmu tersebut harus mengamalkan tujuh sifat generasi, yaitu: selalu berbuat baik, memiliki kasih sayang, berperilaku yang wajar, berbakti kepada kedua orangtua, tidak berperilaku sombong, dan jangan banyak melanggar peraturan.

“Jika tujuh sifat ini ditanamkan pada generasi, maka Insya Allah bahagia di dunia dan di akhirat serta menjadi generasi unggul di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia mengharapkan generasi lulusan pesantren menjadi generasi yang hatinya selalu tertanam dengan jiwa Al Quran dan berakhlak yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Wahyudi KS, mengatakan, generasi yang sukses dan terbaik adalah bisa melanjutkan perjuangan kaum muslilim dan membebaskan Al Aqsha.

“ Ingatlah, bahwa di pundak kita ini ada tanggungjawab yang besar ke depannya, yaitu untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha dan dan melanjutkan perjuangan kaum muslimin,” kata Wahyudi.

Ia meminta para lulusannya menjadi generasi Islam yang bertakwa dan memiliki prestasi yang besar untuk bekal masa depan di dunia dan di akhirat.

Ahmad Zubaidi Ardlani, Amir Tarbiyah wa Ta’lim Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah) dalam sambutan Haflah mengatakan, bersyukur dan turut bahagia kepada santri-santri yang telah mencapai prestasi di berbagai bidang akademis, khususnya pada hafalan Al-Quran.

“Alhamdulillah dalam bidang hafalan Al-Quran, santri-santri telah bisa mengimami shalat tarawih seperti tahun lalu, dan dapat dikirim di berbagai daerah di Indonesia yang memerlukan, dan telah mengajarkan ilmunya sampai ada menjadi guru tahfidz tingkat internasional ke negeri Malaysia,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan, dengan kerja keras dan ketekunannya serta dukungan guru-guru yang selalu membimbingnya sehingga para santri bisa mendapatkan hasil prestasi dari berbagai bidang akdemis.

Tercatat antara lain prestasi tahun ini, empat siswa kelas III MA Al-Fatah lulus SMPTN 2015 di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Sebagian lainnya sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi di Timur tengah, terutama ke Sudan, Mesir, Arab Saudi, dan lainnya. (L/P005/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0