Pernyataan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) atas Pembantaian terhadap Kaum Muslimin di Dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru

Bogor, MINA – Sehubungan dengan terjadinya pembantaian terhadap kaum muslimin yang sedang melaksanakan ibadah shalat Jumat di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, 15 Maret 2019, maka terdorong oleh kepedulian dan kewajiban terhadap nasib kaum muslimin, bersama ini JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Bahwa pembantaian yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata yang dilakukan secara brutal tersebut sejatinya merupakan penyerangan terhadap kaum muslimin di seluruh dunia. Demikian juga ancaman terhadap sebuah masjid merupakan ancaman bagi seluruh masjid di muka bumi. Penyerangan yang mengakibatkan jatuhnya 40 korban jiwa dan sebagian cedera tersebut merupakan kejahatan yang  besar serta ancaman teror bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia;
  2. Para pelaku kebrutalan tersebut merupakan manusia paling zalim yang pantas untuk mendapat hukuman yang berat dan oleh Allah Tuhan Semesta Alam mereka diancam dengan hukuman yang berat di dunia dan di akhirat sebagaimana difirmankan di dalam Al Quran; “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalangi manusia untuk menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 114).
  3. Kami mengutuk keras tindakan tersebut. Membunuh seorang manusia tanpa alasan yang benar pada hakikatnya sama saja dengan membunuh manusia seluruhnya sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al Qur’an : “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (Q.S. Al-Ma’idah [5]: 32).
  4. Serangan tersebut membuktikan kebenaran pernyataan Al Quran bahwa musuh-musuh Islam akan terus memerangi umat Islam di mana saja berada. Tragedi ini seharusnya menjadi pelajaran agar kaum muslimin terutama yang berada di negeri-negeri mayoritas non muslim agar selalu waspada.
  5. Perkembangan Islam yang pesat di berbagai penjuru dunia membuat musuh-musuh Islam tidak senang dan berusaha menghambat kemajuan tersebut dengan berbagai cara. Namun semua usaha mereka tersebut akan gagal karena Islam pasti menang dengan pertolongan Allah dan Allah ingin membuat kaum kuffar semakin jengkel karena perkembangan Islam.  Inilah yang tersebut dalam Al Quran Surat Al Fath 29: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”
  6. Kami mendorong Pemerintah Selandia Baru untuk tidak lalai dalam melindungi setiap warga negera mereka sendiri maupun siapa saja yang berada wilayah negaranya. Kami mengimbau Pemerintah Selandia Baru untuk melakukan upaya maksimal untuk segera memproses pelakunya dan menjatuhkan hukuman yang berat terhadap mereka serta menumpas jaringan Selandia Baru. Tragedi ini hendaknya tidak disikapi dengan penutupan masjid-masjid ataupun pelarangan aktivitas ummat Islam di seluruh bagian Selandia Baru.
  7. Kaum muslimin di Selandia Baru dan di seluruh dunia diimbau untuk meningkatkan kekompakan dan ukhuwah sesuai tuntunan Al-Quran dalam surah Al-Hujurat ayat 10 bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara.” Dan sabda Nabi Muhammad ﷺ bahwa “Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  8. Akhirnya kami mengimbau agar para korban dan keluarga mereka hendaknya menyikapi musibah ini dengan sabar dan ridho.
  9. Kami mengimbau agar dilaksanakannya sholat Ghaib atas para korban di sana seraya mendoakan agar yang meninggal digolongkan oleh Allah sebagai para syuhada fii sabilillah dan yang cedera segera disehatkan serta peristiwa yang mengerikan ini tidak terjadi lagi terhadap warga Selandia Baru maupun warga dunia lainnya terutama yang sedang beribadah kepada Allah, aamiin.

Bogor, 8 Rajab 1440 H/15 Maret 2019 M. (A/RS2/P1)

JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

IMAAM

Ttd.

YAKHSYALLAH MANSUR