Presiden Afrika Selatan Diundang ke KTT G7

Johannesburg, MINA Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mempromosikan kepentingan Uni Afrika sebagai tujuan investasi utama selama KTT G7 yang dimulai Ahad (25/8) di Prancis.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Kantor Kepresidenan Afrika Selatan mengatakan Ramaphosa juga akan melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk Konferensi Internasional Tokyo tentang KTT Pembangunan Afrika yang akan memperkuat kemitraan antara Jepang dan negara-negara Afrika, seperti dikutip dari Anadolu.

”Kunjungan kerja juga akan menyediakan platform bagi Presiden Ramaphosa dan anggota kabinet mengundang mitra global untuk menjadikan Afrika Selatan sebagai tujuan investasi dan mitra dagang, dan untuk berpartisipasi dalam upaya negara mengamankan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, berkelanjutan dan inklusif sertamengurangi pengangguran,” kata pernyataan itu.

Afrika Selatan akan menghadiri KTT G7 atas undangan Prancis, yang mengundang negara-negara ekonomi besar dengan pengaruh regional serta mitra strategis Afrika dan perwakilan kunci masyarakat sipil.

KTT tahun ini berfokus pada pengurangan ketidaksetaraan yang berlaku di seluruh dunia.

G7 adalah forum tujuh negara dengan ekonomi dan industri paling maju di dunia, yang beranggotakan Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS dan Kanada.

Para pemimpin negara-negara G7 bertemu setiap tahun untuk membahas masalah ekonomi, politik, sosial dan keamanan global.

Selama KTT, G7 diharapkan dapat menghasilkan serangkaian deklarasi yang akan membentuk dasar rencana aksi untuk mengatasi tantangan dan merangkul peluang.

Pada Rabu, Presiden Ramaphosa akan bertolak dari KTT G7 di Prancis ke Jepang, di mana dia akan berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Tokyo tentang KTT Pembangunan Afrika.

Kedua negara memiliki hubungan bilateral yang baik, di mana lebih dari 140 perusahaan Jepang berinvestasi di Afrika Selatan dengan nilai miliaran dolar.

“Afrika Selatan memandang kemitraan antara Jepang dan benua Afrika sebagai pendukung untuk pengembangan infrastruktur dan industrialisasi di seluruh benua,” kata Ramaphosa.(T/RS3/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)