Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei: Presiden Turki Erdogan Paling Populer di Eropa

Syauqi S - Rabu, 20 Januari 2016 - 13:54 WIB

Rabu, 20 Januari 2016 - 13:54 WIB

1271 Views ㅤ

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan seorang pria, yang diidentifikasi oleh media Turki sebagai Vezir Catras, yang hendak melompat dari jembatan Bosphorus, Istanbul, pada 25 Desember 2015 (Dok: Istana Kepresidenan Turki)

Turki--300x200.jpg" alt="Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan seorang pria, yang diidentifikasi oleh media Turki sebagai Vezir Catras, yang hendak melompat dari jembatan Bosphorus, Istanbul, pada 25 Desember 2015 (Dok: Istana Kepresidenan Turki)" width="548" height="366" /> Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan seorang pria, yang diidentifikasi oleh media Turki sebagai Vezir Catras, yang hendak melompat dari jembatan Bosphorus, Istanbul, pada 25 Desember 2015 (Dok: Istana Kepresidenan Turki)

New York, 10 Rabi’ul Akhir 1437/20 Januari 2016 (MINA) – Sebuah survei media sosial komprehensif yang dilakukan oleh perusahaan Burson-Marsteller menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai pemimpin paling populer di Eropa dan pemimpin paling efektif kedua di Facebook.

Survei itu melibatkan 87 kepala negara dan 82 perdana menteri sebagai responden atau subjek kajian. Burson-Marsteller melakukan pengumpulan data untuk menganalisis total 512 laman Facebook milik para pemimpin dunia, Daily Sabah melaporkan, Selasa (19/1) waktu setempat.

Setidkanya ada lebih dari 50 faktor yang menjadi pertimbangan survei, termasuk tingkat tanda sukai (like), ulasan, peringkat, check-in, dan lain-lain, untuk mendapatkan wawasan tentang praktik-praktik komunikasi pemimpin dunia.

Presiden Tayyip Erdogan adalah pemimpin Eropa yang paling populer di Facebook menurut penelitian ini, dengan lebih dari 7.991.898 laman like, diikuti oleh Monarki Inggris, dengan lebih dari 2,4 juta suka.

Baca Juga: Jumlah Korban Serangan di Masjid Oman Jadi 9 Orang

(Dok. Daily Sabah)

(Dok. Daily Sabah)

Sementara Perdana Menteri India, Narendra Modi, menjadi pemimpin dunia paling efektif di Facebook dengan rata-rata 186.000 interaksi pada setiap posting, diikuti Erdogan di posisi kedua dengan 127.432 interaksi, termasuk like, komentar, dan berbagi. Adapun Presiden Amerika Serikat Barack Obama menempati posisi keempat dengan lebih dari 82.000 interaksi.

Daily Sabah 2

Kompleks Istana Kepresidenan di Bestepe juga berhasil mencapai posisi tiga dengan 13.150 check-in, Mi’raj Islamic News Agency (MINA) mengutip laporan Daily Sabah.

Menurut perusahaan komunikasi global yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), tersebut sebanyak 169 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki laman Facebook resmi.

Baca Juga: Raja Yordania: Perlu Dukungan Internasional untuk Capai Gencatan Senjata di Gaza

Presiden Erdogan, yang merupakan pengguna Facebook aktif, telah merilis sebuah pernyataan di akun Facebook-nya menyatakan bahwa dia ‘menghargai’ pesan-pesan CEO Facebook Mark Zuckerbeg yang mendukung komunitas Muslim di AS.

Komentar itu disampaikan menyusul sejumlah pernyataan bernada anti-Islam yang dilontarkan bakal calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu juga telah menggunakan Facebook secara aktif dan berhasil masuk dalam jajaran 10 teratas pemimpin yang paling terlibat dengan tingkat keterlibatan 5,92.

Sebuah survei daring yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Turki telah mengungkapkan bahwa satu dari tiga pemuda Turki menghabiskan setidaknya tiga jam pada media sosial, dan orangtua mereka juga pengguna aktif media sosial.

Baca Juga: Pasukan Yaman-Irak Lancarkan Operasi Gabungan Dukung Palestina

Facebook adalah platform media sosial yang paling disukai menurut survei tersebut. (P022/P4)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Menlu Lebanon Peringatkan Dampak Buruk Akibat Perang Regional 

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Palestina
Internasional
Internasional
Palestina
Khutbah Jumat
Internasional
Indonesia