Puluhan Bentrokan Terjadi di Kashmir Saat Kunjungan Delegasi Eropa

Mahasiswa laki-laki dan perempuan Kashmir terlibat bentrok dengan pasukan polisi India di Srinagar. (Foto: Faisal Khan/Al Jazeera)

Srinagar, MINA – Puluhan bentrokan meletus di Kashmir yang dikendalikan India pada Selasa (29/10), ketika delegasi yang sebagian besar anggota sayap kanan Parlemen Eropa melakukan kunjungan kontroversial ke wilayah mayoritas Muslim itu.

Anggota Parlemen Eropa adalah delegasi asing pertama yang mengunjungi Kashmir sejak New Delhi mencabut otonomi khusus daerah itu pada 5 Agustus lalu. Namun, itu bukan delegasi resmi dari Uni Eropa.

Meski jam malam diberlakukan di kota utama Kashmir, Srinagar, pejabat lokal mengatakan, sekitar 40 bentrokan terjadi di berbagai tempat di wilayah lembah itu.

Polisi menembakkan gas air mata dan senapan pelet kepada para demonstran, demikian Al Jazeera melaporkan.

Senin malam, seorang sopir truk ditembak mati. Itu merupakan pembunuhan keenam yang menargetkan sektor apel vital, sementara sebuah granat melukai 20 orang di tempat lain, kata pihak berwenang.

Delegasi sebanyak 27 orang anggota parlemen Eropa, termasuk wakil sayap kanan dari Polandia, Perancis, Jerman dan Inggris. Mereka bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Senin, mendorong tuduhan bahwa mereka bertujuan untuk meredam kecaman terhadap Pemerintah New Delhi atas Kashmir.

Salah satu anggota dari Partai Demokrat Liberal Inggris, Chris Davies, mengatakan, Pemerintah India menarik undangannya setelah dia bersikeras untuk dapat berbicara dengan penduduk setempat tanpa pengawalan polisi.

“Saya tidak siap untuk mengambil bagian dalam aksi PR untuk pemerintah Modi dan berpura-pura semuanya baik-baik saja,” kata Davies dalam sebuah pernyataan. (T/RI-1/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)