QATAR DAN MESIR SAMBUT KESEPAKATAN REKONSILIASI PALESTINA

Perwkilan Hamas-PLO sepakat mengkhiri perpecahan internal dan melaksanakan perjanjian rekonsiliasi membentuk pemerintahan persatuan nasional. (Sumber: Al-Ray Media Agency)
Gaza City, 24 Jumadil Akhir 1435/24 April 2014 (MINA) – Mesir dan Qatar menyambut perjanjian rekonsiliasi nasional Palestina yang ditandatangani antara Fatah dan Hamas yang mengakhiri tujuh tahun perpecahan internal.

Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmi, menegaskan, negaranya akan terus menggalang dukungan bersejarah dan nasionalnya untuk rakyat Palestina, Al-Ray Media Agency melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (24/4).

Fahmi mencontohkan upaya Mesir untuk mencapai rekonsiliasi antara faksi-faksi Palestina yang menyebabkan penandatanganan perjanjian Kairo tiga tahun lalu.

Sebelumnya Fahmi bertemu dan berdiskusi dengan Azzam Al-Ahmed, yang memimpin delegasi Fatah, mengenai kesepakatan rekonsiliasi Palestina sebelum Azam tiba di Gaza.

Fahmi berharap kesepakatan rekonsiliasi tersebut memberikan kontribusi dalam mengakhiri perpecahan Palestina dan untuk mendukung posisi Palestina dalam perundingan damai.

Menteri Luar Negeri Qatar Khaled al-Attiya mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya dan rakyat Palestina setelah terwujudnya rekonsiliasi nasional.

Selain itu, Presiden Interim Tunisia Moncef Marzouki juga mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina atas keberhasilannya mencapai kesepakatan rekonsiliasi dan berjanji bahwa Tunisia akan memberikan dukungan politik. Marzouki mengatakan kesepakatan itu merupakan prestasi yang luar biasa bagi rakyat Palestina.

Pada Rabu, Haniya mengumumkan akhir perpecahan Palestina dan jadwal untuk melaksanakan perjanjian rekonsiliasi yang sebelumnya disepakati setelah pihak Hamas dan delegasi Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi.

Kesepakatan itu menetapkan jadwal lima pekan untuk membentuk pemerintah persatuan, yang akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen dalam waktu enam bulan setelah pemerintahan bersatu terbentuk.

Para delegasi mengucapkan terima kasih kepada pihak Mesir atas perannya dalam mengawasi pembicaraan dan kesepakatan persatuan, menegaskan komitmen mereka untuk persatuan, dan menekankan pentingnya mediasi serta dukungan negara-negara Arab untuk memastikan pelaksanaan yang komprehensif dari kesepakatan rekonsiliasi. (T/P02/P01).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0