Media G-Comm: Pemberitaan Negatif Prabowo-Sandi Lebih Banyak dari Jokowi-Ma’ruf

Jakarta,  MINA – G-Communications (G-Comm) merilis hasil riset yang diadakannya, bahwa pemberitaan negatif media terhadap Pasangan Calon (Paslon) 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno lebih banyak dari paslon 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

“Hasil riset yang dilakukan G-Comm selama periode 1-31 Januari 2019 pada tiga media online yakni Detik.com, Kompas.com dan Antaranews.com serta tiga media cetak yakni Kompas, Republika dan Jawa Pos, menunjukkan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf diberitakan media sejumlah 38% sedangkan Paslon 02 Prabowo-Sandi sejumlah 35%, dan 27% lainnya media mengangkat pemberitaan keduanya,” kata Direktur G-Comm Andi Irman di Jakarta, pada Senin (11/2).

Andi mengatakan, jika dilihat dari pemberitaan, Paslon Jokowi-Ma’ruf lebih banyak diberitakan positif oleh media dengan 93% positif dan 7% pemberitaan negatif, dibandingkan Paslon Prabowo-Sandi dengan data 86% pemberitaan positif dan 14% pemberitaan negatif.

Paslon Jokowi-Ma’ruf banyak diberitakan postif pada isu-isu seputar jelang debat capres, hoax surat suara, debat pilpres, dukungan paslon dan tabloid Indonesia Barokah, sementara pemberitaan negatifnya banyak menyasar pada isu-isu revolusi mental, dan Jokowi minta uang.

Sedangkan Paslon Prabowo-Sandi banyak diberitakan positif pada isu-isu jelang debat capres, pidato kebangsaan Indonesia menang, debat pilpres, tabloid Indonesia Barokah dan dukungan paslon. Pemberitaan negatif banyak manyasar pada isu-isu perubahan visi misi, hoax surat suara, dan posko BPN Jawa Tengah (Jateng).

“Dari data yang dihimpun, ada temuan yang menunjukkan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf cenderung melakukan pola mengklarifikasi atas isu-isu yang beredar. Sementara Paslon 02 Prabowo-Sandi cenderung lebih banyak mengeluarkan isu-isu yang terkait dengan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf, seperti misalnya isu hoax surat suara, yang justru ini malah merugikan Paslon 02,” ujar Andi.

Selama periode Januari 2019, Paslon Jokowi-Ma’ruf juga lebih unggul dalam menarik media untuk mengangkat pemberitaan yang positif yang terkait dengannya dan Paslon Prabowo-Sandi lebih dibanjiri dengan berita-berita negatif.

“Meskipun Paslon 01 condong pada pola klarifikasi dengan isu-isu yang cenderung mengikuti pola yang diangkat oleh Paslon 02, namun demikian hal tersebut lebih menarik minat pemberitaan media. Dan pada bulan Januari 2019, isu yang diangkat Paslon 02 justru berakibat blunder yang membuat pemberitaan negatif Paslon 02 meningkat,” kata Andi.

Riset G-Comm juga menunjukkan, baik Paslon Jokowi-Ma’ruf dan Paslon Prabowo-Sandi belum fokus pada penyampaian visi misi. Keduanya, masih mengindikasikan pembentukan persepsi negatif terhadap lawan. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan pada menurunnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di April mendatang

G-Communications (G-Comm) adalah lembaga konsultan yang bergerak dalam bidang komunikasi publik meliputi public relations, social media management, media content management dan research management. (R/Haf/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)