Sandi Bertekad Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Halal Dunia

Jakarta, MINA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno bertekad menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia, karena melihat potensi pasarnya yang begitu besar.

“Potensi pasar yang lebih dari tiga triliun US Dolar ini bisa kita konversi untuk ekonomi yang lebih berkeadilan kepada masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” kata Sandi pada dialog ‘Inisiatif Indonesia Menang, Pusat Ekonomi Halal Dunia’ di Hutan Kota Sangga Buana, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).

Pasangan Capres Prabowo itu mengatakan,  Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar dunia harus mampu memanfaatkan kesempatan untuk menjadi pusat ekonomi halal.

Apa lagi ditambah dengan dukungan dari Pemerintah, Dunia Usaha, Pemberdaya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan semangat kewirausahaan masyarakat Indonesia, maka kita bisa menjadi pusat ekonomi halal terbaik di dunia.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menargetkan, jika menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Cawapres mendatang, ia akan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia.

“Kita mencanangkan harus menjadi pusat ekonomi halal dunia, lima tahun kita masuk lima besar di Global Islamic Economy Index dan dalam sepuluh tahun kita masuk menjadi yang terbaik nomor satu di dunia,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, yang bakal menjadi produk utama dari ekonomi halal ini adalah bahan-bahan pangan.

“Paling utama adalah pangan, dan kita juga harus mengetahui hal-hal pada pangan tersebut, dimulai dari produksinya, logistiknya, pemasarnya sampai pendanaannya juga,”lanjut Sandi.

Pada kesempatan itu, Sandi juga sempat berbincang dengan tokoh ekonomi halal dunia asal Indonesia, Prof Irwandi Jaswir untuk mengembangkan ekonomi halal di Indonesia.

Irwandi adalah seorang ilmuwan dan ahli bioteknologi Indonesia. Ia bekerja sebagai koordinator riset di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia. (L/Haf/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)