Saudi Akan Dimasukkan ke Daftar Negara Gagal Perangi Pencucian Uang

Arab Saudi, MINA – Uni Eropa (UE) berencana akan memasukkan Arab Saudi ke dalam daftar negara-negara yang gagal memerangi aksi tindak pidana pencucian uang.

Rancangan daftar yang akan disetujui pekan depan menyebabkan timbulnya perbedaan pendapat yang tajam di tubuh UE. Sejumlah negara, termasuk Inggris, menentang keputusan untuk mengambil sikap keras terhadap Arab Saudi.

Middle East Monitor (MEMO) melaporkan, Jumat (9/2), Inggris bersama Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Belgia dan Yunani mengritik rancangan daftar hitam pada pertemuan para duta besar UE pekan ini, menurut seorang diplomat kepada Financial Times.

Inggris mengaku prihatin atas rencana UE dan sejumlah negara lain yang menyetujui bahwa Arab Saudi termasuk dalam negara yang masuk daftar hitam. Inggris menilai perlu lebih banyak konsultasi sebelum negara yang kaya minyak itu ditempatkan dalam daftar.

Sejumlah anggota parlemen UE menolak kritik dan mengatakan bahwa negara-negara anggota punya banyak waktu untuk mengevaluasi daftar tersebut tetapi hanya sekarang adalah waktu yang mendesak karena Saudi.

Presiden UE Jean-Claude Juncker bersama Komisaris Keadilan UE Vera Jourova dilaporkan akan terus maju ketika dimasukkannya nama Arab Saudi ke daftar hitam. Mereka berharap keputusan itu segera ditandatangani oleh dewan komisaris UE pada pekan depan.

Sementara anggota parlemen yang lain, Sven Giegold menegaskan bahwa daftar hitam sangat dibutuhkan. Negara-negara anggota UE tidak boleh membatalkannya.

Sebelumnya, Belgia menuduh Arab Saudi telah gagal dalam upaya untuk memerangi arus kas ilegal. Brussels menegaskan, UE bersama bank-bank Eropa harus melakukan pemeriksaan atas dana yang berasal dari negara tersebut.

“Hasilnya adalah daftar hitam anti pencucian uang yang akan mencakup Riyadh dan lebih dari 20 negara lain atas kegagalan memerangi arus kas ilegal dan pendanaan teroris,” kata seorang diplomat Brussels.

Keputusan Belgia yang mengusulkan untuk memasukkan Riyadh telah menyebabkan pertengkaran antara komisi dan negara-negara anggota terbesar UE terkait sikap keras terhadap Arab Saudi. (T/Ayu/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)