Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekjen PBB: Akhiri Pendudukan yang Tidak Sah di Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 1 menit yang lalu

1 menit yang lalu

0 Views

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. (Foto: Anadolu Agency)

New York, MINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato pada Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, Sabtu (29/11), dengan menyerukan diakhirinya pendudukan yang tidak sah atas Wilayah Palestina.

Antonio Guterres mengatakan hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Mahkamah Internasional dan Majelis Umum, dan untuk kemajuan yang tidak dapat diubah menuju solusi dua negara, sejalan dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.

“Israel dan Palestina harus hidup berdampingan secara damai dan aman di dalam perbatasan mereka yang aman dan diakui, berdasarkan garis sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kota kedua Negara,” ujarnya.

“Pada Hari Solidaritas Internasional ini, mari kita ambil inspirasi dari rakyat Palestina sendiri, yang ketahanan dan harapannya merupakan bukti nyata semangat kemanusiaan. Mari kita berdiri dalam solidaritas dengan hak-hak mereka atas martabat, keadilan, dan penentuan nasib sendiri, dan bekerja sama untuk membangun masa depan yang damai bagi semua,” lanjutnya.

Baca Juga: Finlandia Tutup Kedubes di Myanmar, Afghanistan dan Pakistan pada 2026

Ia menyebutkan, Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina tahun ini datang setelah dua tahun penderitaan yang mengerikan di Gaza, dan dimulainya gencatan senjata yang sangat dibutuhkan.

Para penyintas berduka atas kematian puluhan ribu teman dan keluarganya, yang hampir sepertiganya anak-anak. Sementara ribuan lainnya terluka, kelaparan, penyakit, dan trauma merajalela, sementara sekolah, rumah, dan rumah sakit hancur lebur.

“Ketidakadilan juga terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dengan operasi militer Israel, kekerasan pemukim, perluasan permukiman, penggusuran, pembongkaran dan ancaman aneksasi,” imbuh Guterres.

Menurutnya, dalam banyak hal, tragedi tersebut telah menguji norma dan hukum yang telah memandu komunitas internasional selama beberapa generasi.

Baca Juga: Sri Lanka Dilanda Banjir dan Longsor, 123 Orang Dilaporkan Tewas

Ia juga mendesak bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa harus diizinkan masuk ke Gaza dalam skala besar. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Belasan Warga Suriah Tewas, termasuk 2 Anak dalam Serangan Israel di Beit Jinn, Suriah

Rekomendasi untuk Anda