Colombo, MINA – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sri Lanka sejak sepekan akibat hujan deras yang dipicu Cyclone Ditwah telah menewaskan sedikitnya 123 orang. Jumlah ini disampaikan oleh Disaster Management Centre (DMC) Sri Lanka pada Sabtu (29/11).
Al-Jazeera melaporkan, sebanyak 130 orang juga dilaporkan hilang, sementara ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Sekitar 43.995 orang telah dipindahkan ke pusat-pusat penampungan milik pemerintah karena rumah mereka rusak berat atau tenggelam akibat banjir.
Operasi penyelamatan melibatkan helikopter, kapal angkatan laut, serta mobilisasi tentara. Warga dari atap rumah, pohon, dan daerah terisolasi dievakuasi demi menjauhkan mereka dari ancaman banjir dan longsor tambahan.
Sejumlah jalur transportasi seperti rel kereta api dan jalan utama tertutup akibat meluapnya sungai dan longsoran tanah. Pemerintah setempat menutup sekolah serta kantor-kantor pemerintahan serta menghentikan layanan publik di berbagai wilayah terdampak.
Baca Juga: Belasan Warga Suriah Tewas, termasuk 2 Anak dalam Serangan Israel di Beit Jinn, Suriah
Warga di ibu kota dan sekitarnya tak luput dari dampak. Salah seorang korban, warga di kawasan pinggiran ibu kota, mengatakan banjir saat ini merupakan bencana terburuk dalam tiga dekade terakhir di lingkungan mereka. “Saya ingat banjir di 1990-an ketika rumah saya terendam air setinggi tujuh kaki,” ujarnya.
Cyclone Ditwah terbentuk akhir November 2025, dan menyebabkan hujan ekstrem serta banjir di seluruh pulau Sri Lanka. Curah hujan di beberapa kawasan mencapai 300–360 mm dalam 24 jam, memicu meluapnya sungai dan menggerus lereng bukit — penyebab utama longsor fatal di distrik pegunungan pusat seperti Badulla dan Nuwara Eliya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor di Sri Lanka: 56 Tewas, 21 Hilang
















Mina Indonesia
Mina Arabic