SCB Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 341 Miliar pada Triwulan Pertama 2018

Jakarta, MINA – Standard Chartered Bank (SCB) Indonesia meraih momentum perbaikan positif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 341 miliar pada triwulan pertama tahun 2018. Angka tersebut meningkat sebesar 214% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Rino Donosepoetro, CEO SCB Indonesia, mengatakan, tahun lalu merupakan tahun transformasi bagi Bank, di mana fihaknya meletakkan landasan untuk pertumbuhan bisnis yang jauh lebih baik dengan memformulasikan strategi baru Bank di lima tahun mendatang.

Menurutnya, pelaksanaan strategi sejak awal tahun ini menghasilkan perbaikan signifikan dari kinerja keuangan Bank dibanding kuartal pertama tahun lalu.

“Hal ini juga ditopang dengan menguatnya fundamental ekonomi nasional serta memanfaatkan keahlian dan jaringan internasional Bank. Melihat hasil yang baik tersebut, kami optimistis target kami di tahun ini akan tercapai,” ujarnya saat Paparan Kinerja Keuangan SCB Indonesia Kuartal I – 2018 di Jakarta, Senin (14/5).

Perolehan laba bersih yang meningkat signifikan ditopang oleh beberapa pencapaian aspek keuangan, diantaranya adalah modal dan likuiditas tetap menguat dan dipertahankan diatas peraturan pemerintah dimana Rasio Kecukupan Modal, atau CAR, tercatat sebesar 19,5% dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada 72,3% di kuartal pertama 2018.

Lalu, beban operasional menurun hingga 6%. Hal ini menunjukkan hasil nyata dari usaha efisiensi yang dilakukan Bank. Penting sekali bagi Bank untuk tetap menjaga kondisi ini, dan terus melestarikan budaya efisiensi biaya di Bank kita secara konsisten mendorong pemikiran smart spending.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank tumbuh sebesar 12%, dimana porsi sebesar 72% dari DPK Standard Chartered berupa giro dan tabungan (rasio dana murah/CASA).

Anwar Harsono, CFO SCB Indonesia, menjelaskan, Cost to Income Ratio (CIR) Bank membaik dari 65,3% menjadi 56,6%, hal ini seiring dengan penurunan biaya sebesar Rp 33 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Selain itu dipengaruhi juga dengan kenaikan pendapatan berbasis komisi bersih (net fee-based income) sebesar Rp 83 milyar atau meningkat sebesar 24% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sementara itu, permodalan Bank tetap terjaga sehat di kisaran level 19 persen.

Rino mengatakan, fokus SCB Indonesia dalam beberapa inisiatif penting di kuartal pertama tahun 2018 tercermin secara positif pada kinerja keuangan Bank.

Inisiatif tersebut termasuk mendorong pertumbuhan portofolio melalui nasabah subsidiari global dan partisipasi dalam proyek pemerintah dan BUMN diiringi dengan fokus terhadap transaksi perbankan.

Selain itu juga  meningkatkan peranan Bank dalam mendorong investasi asing melalui koridor bisnis; penerapan program program Banking the Ecosystem (supply chain financing); mempercepat transformasi bisnis dengan fokus terhadap layanan nasabah prima dan segmen menengah ke atas untuk lini bisnis Retail Banking; serta peningkatan dalam kualitas kredit secara keseluruhan.

“Namun demikian, hasil positif tersebut tidak lantas membuat kami berpuas diri. Kami akan terus berupaya untuk mencapai hasil maksimal dalam rangka memenuhi tujuan Bank, yaitu mewujudkan kemakmuran dan mendorong tumbuhnya dunia usaha serta mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Rino.

Selain, Rino Donosepoetro dan  Anwar Harsono, hadir juga sebagai pembicara yakni Rolly Lahagu, Head of Cash Management and Banks, Transaction Banking, SCB Indonesia dan Bambang Simarno, Executive Director and Head, Wealth Management, SCB Indonesia.(L/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0