Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei: Hanya 3% Anak Perempuan Rohingya di Bangladesh yang Dapat Pendidikan

Rudi Hendrik Editor : Arif R - Rabu, 5 November 2025 - 11:09 WIB

Rabu, 5 November 2025 - 11:09 WIB

2 Views ㅤ

Ilustrasi: Suasana belajar warga Rohingya di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh. (Foto: ANA)

Dhaka, MINA – Sebuah survei yang dilakukan oleh Satgas Myanmar dari organisasi hak asasi manusia Justice for All, yang berbasis di Amerika Serikat dan Kanada, mengungkapkan bahwa hanya 3% rohingya/">anak rohingya/">perempuan Rohingya usia sekolah yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh yang mendapatkan pendidikan formal, meskipun perempuan merupakan 52% dari anak-anak usia sekolah.

Imam Abdul Malik Mujahid, Ketua Justice for All dan Kepala Satgas Myanmar, menyampaikan temuan tersebut dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa (4/11) di distrik Banani, Dhaka.

Ia menggambarkan situasi pendidikan di kamp-kamp Rohingya adalah “bencana,” dan mendesak pemerintah Bangladesh untuk mengadopsi kerangka kerja pendidikan yang terkoordinasi, terakreditasi, dan komprehensif bagi pengungsi Rohingya.

“Pemerintah dan rakyat Bangladesh telah menunjukkan belas kasih yang luar biasa terhadap Rohingya. Sekaranglah saatnya untuk membangun pendidikan. Memiliki sistem yang terkoordinasi akan memastikan bahwa anak-anak Rohingya, terutama anak perempuan, tidak kehilangan masa depan mereka,” kata Abdul Malik. Arakan News Agency (ANA) melaporkan.

Baca Juga: Bab Al-Mandab: Perebutan Selat Strategis yang Menentukan Harga Minyak Dunia

Organisasi tersebut menyampaikan rekomendasinya kepada Penasihat Utama Muhammad Yunus, berdasarkan penelitian lapangan dan kunjungan terbaru ke kamp-kamp Cox’s Bazar.

Survei tersebut mencakup 1.000 rohingya/">perempuan Rohingya, beserta konsultasi dengan guru dan administrator, serta kunjungan ke sekolah-sekolah di dalam kamp.

Survei tersebut dilakukan pada bulan November dan Desember 2024, dan delegasi yang terdiri dari tujuh staf dan relawan mengunjungi kamp Kutupalong pada bulan Desember, di mana mereka mendengar kesaksian langsung dari para rohingya/">perempuan Rohingya tentang pengalamannya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Tiga Warga Saudi Tewas, Beberapa Terluka dalam Dua Serangan di Bandara Riyadh

Rekomendasi untuk Anda