Terjadi Penembakan Massal di Dua Masjid Selandia Baru

Christchurch, MINA – Terjadi aksi penembakan pada Jumat (15/3) di dua masjid Selandia Baru yang menyebabkan sejumlah besar orang meninggal di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood di kota Christchurch, Selandia Baru.

Media lokal melaporkan, terdapat sejumlah korban di masjid tersebut, sementara beberapa orang lainnya telah dievakuasi.

Diberitakan bahwa masjid-masjid penuh dengan jamaah yang akan melaksanakan shalat Jumat.

Empat orang terduga pelaku telah ditahan di Christchurch, Selandia Baru, setelah penembakan di dua masjid yang menewaskan sejumlah besar orang, menurut polisi.

“Saya dapat mengkonfirmasi bahwa anggota kami telah menangkap empat orang, dan saya tidak akan menganggap tidak ada orang lain,” kata Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush, demikian dilansir CBC.CA yang dikutip MINA.

Bush tidak dapat mengatakan dengan tepat berapa banyak orang yang tewas dalam serangan itu, karena situs-situs itu masih dalam keadaan lockdown.

Bush tidak mengidentifikasi orang-orang yang ditahan, tetapi ia mengatakan bahwa mereka adalah tiga pria dan satu wanita.

Seorang pria yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan itu meninggalkan pernyataan anti-imigran setebal 74 halaman dan dia menjelaskan siapa dia serta alasannya atas tindakannya tersebut.

Bush mengatakan bahwa ia menganggap itu serangan teroris.

Penembakan paling mematikan terjadi di Masjid Al-Noor di Christchurch tengah.

Saksi mata Len Peneha mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia melihat seorang pria berpakaian hitam memasuki Masjid Al-Noor dan kemudian mendengar puluhan tembakan, diikuti oleh orang-orang yang lari dari masjid dengan ketakutan.

Dia mengatakan, ia juga melihat pria bersenjata itu melarikan diri sebelum layanan darurat tiba.

“Saya melihat orang mati di mana-mana. Ada tiga di lorong, di pintu yang mengarah ke masjid, dan orang-orang di dalam masjid. Ini benar-benar gila. Saya tidak mengerti bagaimana orang bisa melakukan ini pada orang-orang ini, kepada siapa pun,” kata Peneha.

Dia mengatakan, pria bersenjata itu berkulit putih dan mengenakan helm dengan beberapa jenis perangkat di atasnya, memberinya penampilan tipe militer.

Selain itu, Polisi juga mengatakan ada penembakan kedua di Masjid Linwood.

Mark Nichols, saksi mata mengatakan bahwa dia mendengar lima tembakan dan satu balasan tembakan kembali.

Nichols mengatakan, dia melihat dua orang yang terluka dibawa dengan tandu melewati tokonya dan keduanya tampak masih hidup.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan bahwa ini adalah kejadian luar biasa dan menjadi hari terkelam di Selandia Baru.

Dia mengatakan pelaku tidak memiliki tempat di Selandia Baru.

“Para korban, beberapa di antaranya mungkin adalah migran atau bahkan pengungsi ke Selandia Baru yang telah menjadi bagian dari komunitas mereka. Mereka adalah kita,” katanya.

Walikota Christchurch Lianne Dalziel mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di Facebook bahwa dia tidak percaya dapat terjadi hal tersebut.

“Saya tidak akan pernah percaya bahwa saya akan berdiri di depan kamera dan berbicara kepada orang-orang Christchurch tentang insiden mengejutkan yang telah mempengaruhi kita semua,” katanya.

Dia mendesak masyarakat untuk tetap tenang, tetap di dalam dan percaya pada polisi. Semua sekolah dan gedung-gedung dewan kota Christchurch masih dalam keadaan ‘lockdown’ (diamankan). (T/Ais/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)