ULAMA FILIPINA : MASJID AL-AQSHA TERBEBAS JIKA UMAT ISLAM MENGAMALKAN JAMAAH IMAMAH KEHIDUPAN BERJAMAAH

Ulama' Filiphina, Dr. Datuk Wateu Ibrahim saat menyampaikan ceramahnya pada Tabligh Akbar Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Desa Tanjung Jaya, Kec. Bangun Rejo, Lampung Tengah, Ahad, (15/11). Photo : Hadis/MINA
Ulama’ Filiphina, Dr. Datuk Wateu Ibrahim saat menyampaikan ceramahnya pada Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Desa Tanjung Jaya, Kec. Bangun Rejo, Lampung Tengah, Ahad, (15/11). Photo : Hadis/MINA

Lampung Tengah, 4 shaffar 1437/ 16 November 2015 (MINA) – Ulama asal Filipina, Dr. Datuk Watteu Ibrahim menegaskan, pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina hanya bisa terwujud jika Umat Islam bersatu dalam sitem kehidupan berjamaah dan berimamah (menunjuk satu kepemimpinan bagi umat Islam di seluruh dunia sesuai tuntunan Rasulullah).

Hal itu disampaikannya di hadapan jamaah Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Desa Tanjung Jaya, Kec. Bangun Rejo, Kab. Lampung Tengah, Ahad (15/11).

“Pembebasan ini (Al-Aqsha-red) tak lain dengan cara kita bersatu dalam Jamaah Muslimin (Hizbullah) dan Alhamdulillah, kini kita telah bisa melaksanakannya dan telah mempunyai Imam yaitu Imam Yakhsyallah Mansyur,“ ujarnya.

Menurut Ibrahim, umat Islam di Indonesia sebagaimana juga di Filipina terus berjihad membantu saudara-saudara di Palestina untuk membela Masjid Al-Aqsha.

“Hati kami sangat senang berada di Indonesia sebagaimana di Filipina, warga Indonesia antusias membantu Palestina,“ ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan yang bisa umat Islam Indonesia lakukan untuk membantu Palestina adalah terus berdakwah kepada umat tentang situasi Masjid Al-Aqsha sampai sekarang ini.

“Kita harus terus dakwahkan ini ke daerah-daerah, sehingga pembebasan kiblat pertama umat Islam ini ada di hati umat,“ katanya.

Banyak hal yang bisa dilakukan, menurutnya, selain berdakwah juga berdoa dan membuat program nyata di daerah-daerah.

“Meski kita tak bisa hadir di sana tapi program program kita berbentuk fisik maupun doa akan menjadi bantuan nyata bagi saudara kita di sana, selain itu kita terus melakukan upaya pemboikotan produk-produk yahudi sebagai penghancur misinya menguasai Masjid Al-Aqsha,“ imbuhnya.

Ulama' Filiphina, Dr. Datuk Wateu Ibrahim saat menyampaikan ceramahnya pada Tabligh Akbar Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Desa Tanjung Jaya, Kec. Bangun Rejo, Lampung Tengah, Ahad, (15/11). Photo : Hadis/MINA
Ulama’ Filiphina, Dr. Datuk Wateu Ibrahim saat menyampaikan ceramahnya pada Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Desa Tanjung Jaya, Kec. Bangun Rejo, Lampung Tengah, Ahad, (15/11). Photo : Hadis/MINA

Pada kesempatan yang sama, Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung juga mensosialisasikan kondisi Masjid Al-Aqsha yang terus berusaha diperketat penjagaannya oleh Otoritasn Pendudukan Israel untuk mewujudkan yang mereka namakan Kuil Sulaiman III dengan meruntuhkan Masjid Al-Aqsha.

Aqsa Working Group (AWG) adalah lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha.

Lembaga AWG dibentuk berdasarkan keputusan yang dihasilkan oleh Sidang Akhir Al-Aqsa International Conference di Jakarta, pada 20 Sya’ban 1429H atau 21 Agustus 2008M.

Al-Aqsa International Conference tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan organisasi massa Islam, Kedutaan Besar sejumlah negara Muslim, pimpinan lembaga pendidikan umum maupun pendidikan Islam, pimpinan lembaga da’wah, pimpinan media massa Islam dan sejumlah individu yang berkonsentrasi kepada perjuangan muslimin dalam rangka pembebasan Masjid Al-Aqsha.(L/rzk/K08)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0