New York, MINA – Wakil Utusan Khusus PBB untuk Suriah pada Jumat (28/11) mengecam serangan mematikan Israel ke wilayah Suriah di pedesaan Damaskus, yang mengakibatkan tewasnya 13 warga sipil.
“Serangan-serangan telah memicu pengungsian keluarga-keluarga dari kota Beit Jinn, memaksa mereka mengungsi ke daerah-daerah terdekat untuk mencari keselamatan,” kata Najat Rochdi dalam sebuah pernyataan. Anadolu melaporkan.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat dan tidak dapat diterima terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah, yang semakin memperburuk stabilitas lingkungan yang sudah rapuh,” ujarnya.
Rochdi menegaskan kembali komitmen PBB terhadap kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Suriah. Ia menyerukan penghentian segera semua pelanggaran tersebut dan mendesak kepatuhan penuh terhadap Perjanjian Pelepasan 1974.
Baca Juga: Pengacara Chili Tuntut Israel Dikeluarkan dari PBB
Setidaknya 13 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dan banyak yang terluka Jumat dini hari dalam serangan Israel di kota Beit Jinn dan jalan menuju Mazraat Beit Jinn di pedesaan Damaskus, menurut media resmi Suriah.
Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan enam tentara Israel terluka, termasuk tiga dalam kondisi kritis, selama operasi tersebut.
Suriah mengutuk serangan hari Jumat di kota Beit Jinn sebagai “serangan kriminal,” dengan mengatakan serangan berikutnya merupakan kejahatan perang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekjen PBB: Akhiri Pendudukan yang Tidak Sah di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic