Jakarta, MINA – Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin berbagi pengalaman tentang mendukung Usaha Mikro Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri melalui pemberdayaan ekonomi pesantren di acara Penganugerahan ASEAN Business Awards.
Menurut Wapres, pesantren merupakan institusi pendidikan khas Indonesia, yang fungsinya terus berekspansi mengikuti perkembangan sebagai penggerak kemandirian ekonomi rakyat. khususnya dalam menghasilkan produk halal.
“Ekonomi pesantren telah menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah nasional dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Apalagi jumlahnya mencapai puluhan ribu dan menyebar di seluruh pelosok tanah air,” katanya saat menghadiri acara Penganugerahan ASEAN Business Awards di Jakarta, Senin (4/9) malam, demikian keterangan yang diterima MINA, Rabu (6/9).
Wapres mengatakan, banyaknya pesantren di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi yang layak dikembangkan, untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi ketimpangan.
Baca Juga: Tausiyah Kebangsaan, Prof Miftah Faridh: Al-Qur’an Hadits Kunci Hadapi Segala Fitnah Akhir Zaman
Dalam kesempatan itu, Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan UMKM juga turut memberikan sumbangsih dan menjadi organ vital bagi pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.
Dimana menurut datanya Terdapat lebih dari 70 juta UMKM di ASEAN. Lebih dari 90% usaha domestik di negara-negara ASEAN berbentuk UMKM. Di kawasan, UMKM berkontribusi menciptakan 85% lapangan kerja, serta menghasilkan 44% PDB dan 18% ekspor nasional.
“Sebaran UMKM di perkotaan dan perdesaan menjadikan UMKM tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan upaya mempersempit ketimpangan. UMKM juga menjadi motor penggerak inovasi dan kreativitas di kawasan,” katanya. (R/R8/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pembukaan Silaknas ICMI, Prof Arif Satria: Kita Berfokus pada Ketahanan Pangan